Sosok Mojtaba Khamenei, Ulama Dekat IRGC Disebut Kandidat Pimpinan Tertinggi Iran
Sukmawati Ibrahim March 06, 2026 02:07 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sosok Mojtaba Khamenei, namanya mencuat menjadi kandidat Pimpinan Tertinggi Iran.

Mojataba Khamenei merupakan putra kedua Ayatollah Ali Khamenei.

Namaya menguat menggantikan ayahnya di kursi Pimpinan Tertinggi Iran.

Mojtaba Khamanei merupakan sosok ulama dan pengajar.

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) Ismail Amin menyebut Mojtaba Khamenei sebenarnya di kenal masyarakat.

Namun kiprahnya di jabatan politis masih menimbulkan keraguan.

Sebab latar belakangnya selama ini hanya sebagai pengajar.

Berbeda dengan ayahnya yang sempat menjabat Presiden.

Baca juga: Figur Ayah Bangsa Gugur, Iran Diliputi Duka

Ayatollah Ali Khamenei memiliki segudang pengalaman sebelum duduk sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Hal ini yang tidak dimiliki Mojtaba Khamenei.

"Mojtaba Khamenei sendiri masyarakat kenal beliau, tapi karena  tidak boleh miliki jabatan politis jadi peran tidak banyak diketahui. Karena beliau pengajar di Hauzena, Lembaga Pendidikan tingkat tinggi seperti universitas yang kader ulama," kata Ismail Iman dalam program Ngobrol Virtual (Ngovi) Live di Youtube Tribun-Timur.com pada Kamis (5/3/2026).

Ismail menyebut sebenarnya masyarakat Iran menerima saja siapapun terpilih.

Sebab mekanisme pemilihan berada di tangan Majlis-e Khobregan. 

Majlis-e Khobregan merupakan badan deliberatif memiliki kewenangan dalam memilih, mengawasi dan memberhentikan Pimpinan Tertinggi.

Majlis-e Khobregan terdiri dari 88 ulama.

Masyarakat Iran disebut Ismail, sudah begitu percaya dengan Majlis-e Khobregan.

"Masyarakat serahkan saja ke majelis keputusannya. Mereka percaya dengan ulama mereka. Dalam keyakinan mereka Ulama pewaris para nabi. Dan ulama jadi figur disegani," kata Ismail.

Ismail menyebut wajar Mojtaba Khameini tidak pernah berada pada jabatan politis.

Sebab sejak awal, Ayatollah Ali Khamenei tidak ingin melibatkan keluarganya dalam jabatan politis.

Ayatollah Ali Khamenei lebih menginginkan anaknya jadi pengajar dan ulama.

"Memang putranya ada 4 dan 2 putri itu semuanya tidak boleh terlibat dalam politik, tidak boleh memiliki jabatan politik," lanjutnya.

Keputusan kini berada di tangan Majlis-e Khobregan.

Sosok Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei lahir di Mashhad. Selama tujuh tahun ia tumbuh di wilayah barat laut Iran sebelum kembali untuk menyelesaikan pendidikan menengahnya.

Mojtaba Khamenei mendalami teologi Islam bersama ayahnya dan seorang ulama terkemuka lainnya, Ayatollah Mahmoud Hashemi

Shahroudi, yang menjabat sebagai ketua mahkamah agung Iran dari 1999 hingga 2009.

Mojtaba menyelesaikan studinya sebagai ulama di seminari Syiah di kota suci Qom. Mojtaba menyandang gelar hojatoleslam, yakni ulama tingkat menengah yang beberapa tingkat di bawah ayatollah.

Mojtaba juga dekat dengan kekuatan militer Iran.

Sejak muda, ia membangun hubungan erat dengan IRGC melalui pengalaman langsung di medan perang.

Mojtaba pernah bertugas di Batalion Habib selama beberapa operasi dalam Perang Iran-Irak di era 1980-an. 

Kedekatan dengan IRGC inilah yang kini menjadi salah satu kekuatan terbesar Mojtaba. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.