Hewan Bergading Ini Hidup dengan Mengandalkan Es, Terancam Punah karena Iklim?
GH News March 06, 2026 06:10 AM
Jakarta -

Ada sekelompok hewan yang hidup di kutub dan lautan es. Salah satunya mamalia bergading yang dipenuhi lemak di tubuhnya yaitu walrus ().

Sekilas, walrus mirip dengan anjing laut dan singa laut. Bedanya, ukuran walrus lebih besar dan memiliki gading atau taring panjang.

Walrus terdiri dari dua spesies yakni, walrus Atlantik dan walrus Pasifik yang namanya diambil dari tempat asal mereka. Spesies terbesarnya adalah walrus pasifik jantang dengan berat sekitar 1.600 kg dan panjang tubuh 3,5 meter.

Walrus dikenal dengan hewan sosial, kawanan mereka biasanya terdiri dari 100 ekor atau lebih. Untuk memenuhi kebutuhan pangan, walrus mengkonsumsi kerang, remis, ikan, dan terkadang anjing laut.

Walrus, Hidup dengan Mengandalkan Es

Walrus hidup di wilayah kutub dan mengandalkan laut es untuk habitat utamanya. Meski begitu, mereka kerap menghabiskan waktu di daratan berbatu, terutama saat es mencair pada musim panas.

Biasanya, mamalia bertubuh besar ini merangkak keluar menuju ke tepian untuk beristirahat dan menghangatkan tubuh di bawah sinar matahari. Tak jarang juga para walrus menggunakan siripnya untuk bergerak.

Populasi walrus sendiri tersebar di beberapa negara empat musim seperti Svalbard, Norwegia, Alaska, sebagian Rusia, dan Kanada.

Peran Walrus dalam Kehidupan Manusia

Di dalam kehidupan manusia, walrus berperan secara signifikan dalam segi sosial-ekonomi. Mamalia ini kerap dijadikan sebagai sumber pangan dan digunakan untuk kepentingan ritual dalam budaya tertentu.

Sayangnya, kondisi tersebut memicu aksi perburuan dan perdagangan bagian tubuh walrus seperti lemak dan gading walrus. Pemanfaatan bagian tubuh walrus oleh manusia menyebabkan konflik.

Para pemburu banyak yang tetap beraksi dengan cara tradisional. Namun, para ahli biologi kelautan dan para konservasionis berupaya melindungi walrus dari kepunahan.

Dampak Perubahan Iklim bagi Walrus

Layaknya spesies lain di muka bumi, walrus juga terpengaruh dengan adanya perubahan iklim. Tak sedikit dari populasi walrus yang harus bermigrasi mencari habitat baru, karena lapisan es di tempatnya mulai mencair.

Perubahan drastis pada Laut Arktik mengancam keberlangsungan hidup penghuni wilayah tersebut. Para ilmuwan mengatakan saat ini kita sedang menghadapi kepunahan massal keenam dalam sejarah evolusi Bumi.

Baru-baru ini muncul fenomena unik dari kawanan walrus yang "berkumpul di daratan" dalam jumlah besar, yang sebelumnya para walrus berkumpul di atas lapisan es. Hal ini mengancam keamanan para walrus yang mudah terkejut.

Saat helikopter wisata melintas, misalnya, para walrus mengalami kepanikan massal yang menyebabkan adanya individu yang mati. Selain itu, karena banyak menghabiskan waktu di daratan, para walrus juga semakin kesulitan untuk mencari mangsa, sehingga menyebabkan mereka mati kelaparan.

Bagi walrus, krisis iklim menjadi kenyataan mengerikan yang semakin mendesak dari hari ke hari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.