FPI Siap Kirim Relawan ke Gaza, Rizieq Shihab Minta Indonesia Harus Berdiri di Samping Iran!
jonisetiawan March 06, 2026 07:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Memanasnya konflik di Timur Tengah kembali memantik respons keras dari berbagai kelompok di Indonesia.

Di tengah wacana pengiriman pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke wilayah Gaza, Front Pembela Islam (FPI) menyatakan sikapnya secara terbuka.

FPI menegaskan bahwa mereka tidak menolak pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza selama misi tersebut benar-benar ditujukan untuk membantu perjuangan kemerdekaan Palestina.

Bahkan, organisasi tersebut menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan relawan jika langkah itu benar-benar dimaksudkan untuk membela rakyat Palestina.

Baca juga: Surat Panas FPI untuk Prabowo: Keluar dari BoP! Cabut Indonesia dari Dewan Perdamaian Donald Trump!

Namun FPI juga menyampaikan peringatan keras. Mereka tidak ingin kehadiran pasukan Indonesia justru berada di bawah komando pihak-pihak yang berpotensi berseberangan dengan para pejuang Palestina.

"Kalau dikirim ke Gaza buat memerdekakan Palestina, ya kita dukung bahkan kita siap support relawan.

Tapi kalau dikirim ke Gaza di bawah komando Amerika lalu melucuti senjata para pejuang di Gaza akhirnya konfrontasi, ini yang kami enggak mau," kata Sekretaris Majelis Syuro DPP FPI, Hanif Alatas.

FPI Surati Presiden Prabowo Soal Board of Peace

Di tengah situasi geopolitik global yang semakin tegang, terutama setelah konflik di Timur Tengah kembali pecah, FPI juga menyampaikan sikap terkait posisi Indonesia dalam forum internasional Board of Peace (BoP).

Organisasi tersebut mendesak pemerintah Indonesia untuk menarik diri dari forum yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Desakan itu disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto melalui sebuah surat resmi yang diberikan setelah pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (5/3/2026).

Hanif menjelaskan bahwa meskipun pihaknya tidak memperoleh kesempatan untuk menyampaikan seluruh pandangan secara langsung dalam pertemuan tersebut, FPI tetap memastikan aspirasi mereka disampaikan secara resmi kepada Presiden.

"Jadi walau tadi belum mendapat kesempatan bicara tapi kami sampaikan surat secara resmi kepada presiden. Kita minta Indonesia tetap menarik diri dari BOP," kata Hanif usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).

PRESIDEN PRABOWO -
PRESIDEN PRABOWO - FPI meminta pemerintah Indonesia tetap menarik diri dari forum internasional Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (YouTube Sekretariat Presiden)

Penjelasan Prabowo Soal Alasan Indonesia Bergabung

Dalam pertemuan tersebut, Hanif mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sempat menjelaskan secara panjang mengenai alasan Indonesia memutuskan bergabung dalam Board of Peace.

Menurutnya, Presiden menyampaikan bahwa kehadiran Indonesia dalam forum itu bertujuan memperluas ruang diplomasi sehingga Indonesia bisa berperan lebih besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Tadi presiden bicara sangat panjang banyak menyampaikan banyak hal. Intinya dia pengen keberadaannya di Board of Peace itu untuk bisa berbuat untuk Palestina lebih banyak," ungkap Hanif.

FPI mengaku memahami penjelasan tersebut dan menilai Presiden memiliki niat baik dalam langkah tersebut.

Meski demikian, organisasi itu tetap menilai keputusan Indonesia bergabung dengan BoP perlu dipertimbangkan kembali.

Baca juga: Habib Rizieq Desak Prabowo untuk Dukung Iran: Lawan Penjajahan Modern! Keluar dari Forum BoP

FPI Mengaku Tak Percaya Amerika dan Israel

FPI menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kepercayaan terhadap pihak-pihak yang berada di balik pembentukan Board of Peace, khususnya Amerika Serikat dan Israel.

Menurut Hanif, ketidakpercayaan tersebut muncul dari pengalaman sejarah panjang konflik di kawasan Timur Tengah.

"Kenapa? Kita percaya iktikad baik presiden tapi kita tidak percaya sama Amerika, kita tidak percaya sama Israel. Nabi-nabi saja, para rasul saja dikhianati oleh Israel. Apalagi kita cuma manusia biasa," kata Hanif.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa bagi FPI, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan strategi diplomasi internasional, tetapi juga menyangkut kepercayaan terhadap aktor-aktor global yang terlibat dalam konflik tersebut.

Prabowo Siap Mundur Jika Tidak Bermanfaat

Dalam kesempatan yang sama, Hanif juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan penegasan terkait kemungkinan Indonesia keluar dari Board of Peace.

Menurutnya, Presiden menyatakan bahwa Indonesia tidak akan mempertahankan keanggotaan di forum tersebut apabila tidak lagi memberikan manfaat bagi perjuangan Palestina maupun kepentingan nasional Indonesia.

"Presiden tadi menyampaikan, kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina, enggak ada peluang untuk memperjuangkan kemaslahatan Palestina dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, presiden akan menarik diri, pernyataannya seperti itu," ungkap Hanif.

Meski demikian, FPI menilai langkah tersebut tidak perlu menunggu terlalu lama.

"Tapi kita tetap enggak perlu menunggu itu, dari sekarang aja. Memang sudah terbukti kok Amerika dari dulu enggak bisa dipercaya," tandasnya.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.