Serangan Iran terhadap Dubai membuat turis-turis yang ada di sana ketakutan. Ada berbagai cerita, turis yang satu ini menjadi saksi pengeboman hotel.
Sim J Evans, seorang atlet binaraga Inggris berada di Dubai sejak pekan lalu. Ia harusnya pulang ke New York pada hari Minggu, namun serangan rudal membuat Timur Tengah sepakat untuk menutup wilayah udaranya.
"Dalam satu setengah hari terakhir, kami telah menyaksikan sesuatu yang berbeda, bangunan bergetar akibat drone yang dicegat, ledakan di kejauhan mengguncang kaca," curhatnya dalam sebuah unggahan Instagram.
Selain Evans, turis asal Australia bernama Isabella juga menyaksikan hal yang menakutkan. Hanya berselang satu menit, suasana Dubai yang indah berbalik mencekam, dikutip dari Euro News pada Kamis (5/3/2026).
"Saya mengirimkan video pakaian di Dubai kepada ibu saya, lalu satu menit berikutnya saya mengirimkan video yang menyedihkan mencoba berkomunikasi dengan keluarga saya karena di seberang hotel saya sebuah bangunan dibom," kata kreator perjalanan asal Australia itu di Instagram.
Turis-turis yang berada di luar ruangan dan masih berada di sekitar hotel diminta untuk kembali. Denise Curran, turis asal Irlandia Utara, diminta untuk kembali ke hotel bersama keluarganya pada hari Minggu.
"Saya sebenarnya mencoba tersenyum dan berpura-pura semuanya baik-baik saja di depan anak-anak saya... tetapi saya ketakutan," tulisnya di media sosial.
"Semua tempat tutup dan suara keras terus terdengar," tambahnya.
Beberapa mengatakan mereka kesulitan menghubungi atau mendapatkan nasihat dari kedutaan dan maskapai penerbangan.
Sepasang suami istri asal Italia di Dubai berbagi pengalaman menegangkan mereka secara daring.
"Kami sedang berlibur bersama teman-teman, kami mencoba menghubungi kedutaan Italia, tetapi tidak ada balasan," kata mereka.
Para pengunjung yang terlantar di UEA telah diberitahu bahwa penginapan hotel dan makanan mereka akan ditanggung jika penerbangan mereka dibatalkan.
Tak hanya UEA, Qatar pun menanggung semua turis yang terjebak di negaranya. Qatar Airways dan Bandara Internasional Hamad Doha dilaporkan telah membagikan kupon makanan kepada penumpang yang menunggu.
Wisatawan bernama Ershad Kaleebullah menjadi salah satu yang terjebak di Qatar. Ia mengatakan bahwa mereka mendapat kamar di hotel-hotel bintang lima di seluruh Doha.
"Sarapan, makan siang, dan makan malam semuanya ditanggung selama wilayah udara ditutup," katanya.







