Botok dan Teguh Sujud Syukur di Depan Kompleks Kantor Bupati Pati
M Syofri Kurniawan March 06, 2026 06:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, PATI -  Jalan AKBP Agil Kusumadya, Pati, mendadak berubah menjadi lautan manusia, pada Kamis (5/3/2026) sore.

Lautan manusia tersebut merupakan ribuan orang dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang datang ke Gedung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati untuk menjemput dua "pahlawan" mereka, yakni Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto.

Botok dan Teguh resmi bebas dari penjara setelah menerima vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pati.

Majelis hakim menjatuhkan vonis enam bulan penjara dengan masa pengawasan selama 10 bulan.

Seusai sidang, Botok dan Teguh sempat menyapa para pendukung mereka.

Kerumunan massa pun bergeser, sekira pukul 14.30, ketika Botok dan Teguh memasuki mobil tahanan dan dibawa kembali ke Lapas Pati untuk menyelesaikan urusan administratif.

Massa melakukan konvoi ke Lapas dengan mengendarai truk, mobil, dan motor.

Halaman Lapas tak mampu menampung seluruh massa sehingga banyak di antara mereka yang kemudian memadati jalanan.

Selama hampir dua jam, massa menanti keluarnya Botok dan Teguh dari Gedung Lapas.

Tepat pukul 16.20, dengan pengawalan dari tim penasihat hukum, kedua aktivis itu keluar dari pintu depan Lapas.

Mereka langsung disambut sorak-sorai para pendukungnya.

"Pahlawan kita! Pahlawan kita! Mas Botok! Mas Teguh!" Begitu bunyi teriakan yang terdengar bersahutan.

Keduanya lalu dipanggul oleh pendukung mereka dan diarak berjalan keluar kompleks Lapas Pati.

Setelah itu, mereka turun dan berjalan kaki mulai dari Jalan AKBP Agil Kusumadya sampai ke Alun-Alun Pati.

Jalanan padat merayap ketika Botok dan Teguh berjalan kaki diiringi ratusan pendukungnya.

Iring-iringan truk, mobil bak, hingga sepeda motor membuat suasana riuh. 

Botok, Teguh, dan para pendukungnya lalu tampak berjalan kaki mengelilingi Alun-Alun Pati.

Aksi itu dilakukan dengan diiringi lantunan selawat dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Pati yang disampaikan oleh salah satu "sesepuh" AMPB, Nur Cahyo alias Mbah Nur, menggunakan pengeras suara.

Suasana haru tampak begitu kuat ketika Botok dan Teguh bersalaman hingga berpelukan dengan kerabat, saudara, sahabat, dan para pendukung mereka yang memadati Alun-Alun Pati.

Seusai doa bersama dipanjatkan, Botok, Teguh, dan Mbah Nur melakukan sujud syukur di sisi utara Alun-Alun Pati, tepatnya di depan kompleks Kantor Bupati Pati.

Botok menjelaskan, sujud syukur sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang diterimanya dari masyarakat selama ini.

Ia menyebutkan, bahwa dukungan tidak hanya datang dari warga lokal, melainkan juga dari berbagai penjuru Tanah Air.

"Ini rasa terima kasih kami kepada masyarakat Pati dan masyarakat luar Pati dan seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukung dan mendoakan kami," ujar dia.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kebebasan yang akhirnya ia hirup kembali.

Ia merasa doa-doa yang dipanjatkan oleh keluarga dan pendukungnya selama ini telah dikabulkan.  

“Saya terima kasih kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah mengabulkan doa-doa kami semua sehingga hari ini alhamdulillah saya dan Mas Teguh dibebaskan dari penjara,” ucap dia.

Selain sujud syukur, Botok dan Teguh juga terlihat berjalan mengelilingi Alun-alun Pati didampingi oleh rekan-rekan dan para pendukungnya.

Saat ditanya mengenai tujuan melakukan aksi jalan kaki tersebut, mereka mengaku hal itu dilakukan secara spontanitas bersama teman-teman sebagai ungkapan kegembiraan atas kembalinya mereka ke tengah masyarakat.

Teguh juga mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Pati.

Dia berjanji akan terus ikut berjuang mendukung aspirasi masyarakat.

Sementara itu, Anik Sriningsih, istri Botok, hanya memberi pernyataan singkat, saat dimintai tanggapannya atas vonis hakim terhadap Teguh dan suaminya.

“Cukup satu kata, lega,” kata Anik. (Mazka Hauzan Naufal/Rifqi Gozali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.