Kisah Petugas Padamkan Karhutla Pontianak Saat Puasa Ramadan, Keringat Bercucuran, Bibir Memutih
Faiz Iqbal Maulid March 06, 2026 06:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Cerita haru muncul di tengah peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Pontianak di sekitar Gang Cahya Baru, Jalan Parit H Husin II, Kelurahan Bangka Belitung Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak pada Kamis 5 Maret 2026.

Bagaimana tidak, sebagian petugas yang mati-matian memadamkan titik api (hotspot) tengah menjalankan ibadah puasa.

Di tengah teriknya matahari dan kepulan asap, petugas gabungan tetap berjibaku melakukan pemadaman. 

Peristiwa tersebut terjadi bertepatan dengan bulan suci Ramadan, di mana sebagian petugas yang terlibat juga tengah menjalankan ibadah puasa.

Meski harus menahan lapar dan dahaga, para petugas tetap fokus memadamkan api agar kebakaran tidak meluas hingga mendekati permukiman warga di sekitar lokasi.

Sejak siang hari, personel gabungan dari berbagai unsur turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Kondisi lahan yang kering serta panasnya cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

• BMKG Kalbar: Potensi Karhutla Masih Ada, Hujan Baru Diprediksi 8–11 Maret 2026

Keringat tampak bercucuran dari para petugas yang bekerja di lokasi kebakaran.

Bahkan, sebagian dari mereka terlihat dengan bibir memutih akibat menahan haus saat menjalankan puasa.

Upaya pemadaman tersebut melibatkan personel gabungan dari anggota TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak, serta aparat kelurahan setempat.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Pontianak, Hariyadi Saragih, mengatakan titik kebakaran berada di sekitar Gang Cahya Baru dan telah merambat hingga ke area belakang yang tembus ke kawasan Disbun II, Jalan Sungai Raya Dalam.

"Lokasi yang sekarang kita lihat ini di dekat tepi jalan. Tapi api juga sudah tembus sampai ke belakang menuju Disbun II. Nanti pemadaman juga akan dilakukan dari arah Disbun II dengan membentangkan selang ke dalam," ujarnya saat diwawancarai di sekitar lokasi karhutla.

Hariyadi menjelaskan, kebakaran tersebut baru diketahui pada malam sebelumnya setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat. 

Meski begitu, pemantauan langsung sudah dilakukan sejak malam hari.

"Informasi kita terima tadi malam. Apakah kebakarannya sudah sejak sore atau tidak, kita belum tahu. Tapi tadi malam juga sudah kita pantau," katanya.

Menurutnya, lokasi kebakaran yang cukup jauh dari permukiman warga membuat petugas masih dapat mengatur strategi pemadaman tanpa harus terburu-buru.

Namun, pemadaman tetap menjadi tantangan tersendiri karena dilakukan di tengah cuaca panas dan saat petugas menjalankan ibadah puasa.

"Apalagi ini bulan puasa. Saya juga puasa ada beberapa anggota juga yang puasa jadi terasa sekali kalau kerja siang hari. Ini kami sudah keringat-keringat, bibir sudah putih-putih yang puasa," ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak mengurangi semangat petugas dalam menjalankan tugas pemadaman.

"Walaupun puasa, ini sudah tugas kami. Kalau bapak-bapak TNI bahkan saat perang pun tetap bertugas meski puasa. Kita ini paling hanya menelan air liur saja," ujarnya.

• Padamkan Karhutla Saat Puasa, Petugas di Pontianak Tenggara Bercucuran Keringat Hingga Bibir Memutih

Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih di bulan Ramadan. 

Ia juga menduga kebakaran tersebut memiliki unsur kesengajaan karena ditemukan titik api yang berada di bagian tengah lahan.

"Diduga memang ada unsur kesengajaan untuk membakar. Tapi juga tidak digunakan untuk membuka lahan. Ini yang kita harapkan masyarakat bisa sadar untuk membantu pemerintah dengan tidak membakar lahan," tegasnya.

Hariyadi menambahkan, jika kebakaran tidak segera dipadamkan, dikhawatirkan api dapat meluas hingga mendekati kawasan permukiman warga. 

Karena itu, petugas terus berupaya melakukan pemadaman hingga seluruh titik api benar-benar padam.

Potensi Curah Hujan Merata Diprakirakan 8 Maret 2026

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kalbar, Sutikno mengatakan sebagian besar wilayah Kalbar masih belum menunjukkan adanya potensi hujan secara merata selama beberapa hari ke depan.

"Untuk prediksi baru akan ada potensi hujan di tanggal 8-11 Maret yang berpotensi merata di wilayah Kalbar khususnya Pontianak," katanya, Kamis 5 Maret 2026.

Dengan adanya kondisi tersebut, ia menyebutkan bahwa potensi Karhutla juga masih ada.

Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran.

Namun demikian, potensi hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di beberapa wilayah seperti di Kapuas Hulu, Landak, Melawi, Sambas dan Sintang.

Kondisi saat ini, khusus di Kabupaten Kubu Raya juga telah mengalami kondisi hujan ringan dengan durasi singkat.

Hal itu dapat membantu meringankan kondisi kualitas udara di Kubu Raya yang sempat masuk kategori tidak sehat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.