WARTAKOTALIVE.COM, KEBON JERUK - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta menemukan dua jenis takjil yang mengandung pewarna tekstil rhodamin saat melakukan pengawasan pangan di Pasar Takjil Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah melakukan pengawasan makanan pasar takjil di Jalan Panjang, Kecanatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (5/3/2026) sore.
Iin tiba di lokasi sekira pukul 16.24 WIB langsung disambut oleh warga dan jajaran Pemerintah Kota Jakarta Barat.
Di lokasi tersebut, hadir Anggota DPR RI fraksi PDIP Charles Honoris mendampingi Iin melakukan pemeriksaan makanan bersama Balai Pemeriksan Obat dan Makanan (BPOM) DKI.
Iin juga memborong takjil dan kemudian dibagikan kepada warga, anak buahnya maupun jurnalis.
"Hari ini kita pengawasan pangan khusus takjil ya di dalam bulan Ramadan ini. Kan memang Jalan Panjang ini sangat ramai dan masyarakat juga tadi banyak membeli, dan di sini terlihat juga pedagang-pedagangnya memang banyak di sini," kata Iin sambil nunjuk ke lapak pedagang, Kamis sore.
Baca juga: Wakil Wali Kota Jaksel dan BPOM Temukan Tiga Sampel Takjil Positif Formalin di Kebayoran Baru
Iin mengaku, pemeriksaan dan pengawasan ini untuk memastikan apakah makanan yang dijual pedagang layak konsumsi atau tidak.
Kita fokus untuk melihat apakah makanan yang berupa takjil ini layak dikonsumsi oleh masyarakat.
Ia tak ingin, pedagang takjil melakukan aksi curang dengan menambah zat berbahaya ke dalam makanan maupun minuman.
"Tadi beberapa sampel telah dilihat, kita sama-sama lihat dan sudah dicek. Nanti mungkin secara teknis Bu Sofi yang akan menyampaikan," tutur Iin sembari persilahkan Sofi bicara.
Baca juga: Mampir ke Dagangan Takjil Racikan Murid SLB Kembar Karya Bekasi di Kranji
Sementara itu, Kepala Balai Besar POM Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar melanjutkan selama puasa Ramadan pihaknya fokus pemeriksaan takjil secara berkala.
Kemudian jelang perayaan Idulfitri 2026 nanti, pihaknya akan memeriksa daging sapi dan ayam.
"Jadi tergantung dari tema yang kita lihat antusiasme masyarakat ke mana konsumsinya hari ini. Kalau mungkin tahun baru kemarin kita juga panganan sembako dan sebagainya kita cek, seperti itu," terangnya.
Menurut Sofi, dari 34 sampel yang diperiksa, ada dua jenis makanan yang dijuak pedagang takjil mengandung pewarna tekstil.
Sedangkan hasil pemeriksaan 31 sampel dari Puskesmas di lokasi yang sama tidak ditemukan mengandung zat berbahaya.
"Jadi dari 65 sampel total yang disampling dan diuji itu ada dua yang mengandung rhodamin (pewarna tekstil). Bolu kukus dan kue mangkok," tutup Sofi. (m26)