Kondisi Terbaru Vadel Badjideh di Penjara, Berat Badan Naik hingga Makin Rajin Beribadah
Lisna Ali March 06, 2026 12:22 PM

TRIBUNPALU.COM - Kondisi Terbaru Vadel Badjideh menjalani hukuman terkait kasus persetubuhan anak.

Seperti diketahui, Vadel Badjideh kini tengah menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur.

Baru-baru ini, kakak kandung Vadel, Martin dan Bintang Badjideh, datang mengunjungi adiknya tersebut di penjara.

Bintang memastikan bahwa kondisi kesehatan Vadel saat ini dalam keadaan sangat baik.

"Alhamdulillah kondisinya baik, tetap masih puasa juga, masih semangat. Masih ada support dari keluarga," kata Bintang, dikutip dari YouTube Cumicumi, Kamis (5/3/2026)

Selain kesehatan yang terjaga, Martin Badjideh menyoroti adanya perubahan fisik yang mencolok pada sang adik.

Dikatakan Martin, Vadel kini terlihat lebih gemuk dan berotot karena rajin berolahraga.

Baca juga: Kondisi Vadel Badjideh Setelah Hukuman Diperberat Jadi 12 Tahun, Kuasa Hukum: Baik-baik Saja

"Dia lebih gemuk yang pasti, maksudnya lebih agak berat badannya naik lah nambah," kata Martin.

"Lebih muscle karena sering nge-gym ya kan," sambungnya.

Bukan hanya itu, Martin mengatakan bahwa pria 21 tahun tersebut lebih religius. 

Menurut Martin, Vadel Badjideh menunjukkan perubahan positif dengan memperdalam ilmu agama.

"Paling sama lebih religius," terang Martin.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat vonis Vadel Badjideh dalam perkara persetubuhan anak di bawah umur terhadap putri Nikita Mirzani, LM.

Dalam putusan bandingnya, majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 12 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar.

Putusan ini mengubah vonis yang sebelumnya dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yakni 9 tahun penjara.

Baca juga: Banding Ditolak, Hukuman Vadel Badjideh Ditambah dari 9 Tahun Jadi 12 Tahun Denda 1 Miliar

Alasan Hukuman Vadel Badjideh Diperberat Jadi 12 Tahun Penjara

Dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 1 Oktober 2025 lalu, Vadel Badjideh dinyatakan bersalah dan divonis hukuman sembilan tahun penjara serta denda Rp1 miliar.

Pihak Vadel Badjideh pun telah mengajukan banding atas vonis hukuman tersebut.

Namun kini hukuman untuk pria yang dikenal sebagai dancer itu malah diperberat.

Humas Pengadilan Tinggi Jakarta, Catur Iriantoro, menjelaskan alasan soal tambahan hukuman tersebut.

Hal yang memberatkan dalam putusan vonis terhadap Vadel Badjideh menjadi pertimbangan untuk memperberat hukuman.

Ada dua tindak pidana yang terbukti dilakukan oleh Vadel Badjideh terhadap putri sulung Nikita Mirzani, LM.

"Bahwa pidana 12 tahun itu karena yang terbukti itu ada dua," ujar Catur Iriantoro, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Jumat (7/11/2025).

Vadel disebut Catur, tebukti melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur.

Selain itu, Vadel juga terbukti yang meminta LM untuk menggugurkan kandungan.

"Yang pertama adalah perbuatan persetubuhan dengan anak di bawah umur."

"Sedangkan dakwaan yang kedua adalah pengguguran kandungan juga terbukti," beber Catur.

Catur menyampaikan, ada alasan khusus yang membuat hukuman tersebut menjadi lebih berat .

Perbuatan menggugurkan kandungan tersebut, kata Catur, telah dilakukan dua kali.

Adanya kejadian tersebut pun membuat korban merasa trauma.

Sehingga hal itu dijadikan alasan hukuman vadel diperberat menjadi 12 tahun penjara.

"Ada alasan yang khusus di sini bahwa pengguguran itu sudah dilakukan dua kali,  dan pelakunya ini sama aja itu aja yang dulu pelaku yang itu juga."

"Jadi sudah dilakukan dua kali sehingga ya ini ada trauma kepada korban," terang Catur.

Kilas Balik Kasus Asusila Vadel Badjideh

Kasus ini mencuat buntut Vadel Badjideh menjalin hubungan dengan putri sulung Nikita, LM.

Setelah berpacaran, Vadel Badjideh dan LM diduga melakukan hubungan intim hingga hamil di luar nikah.

Vadel Badjideh kemudian dituding meminta LM untuk melakukan aborsi atau menggugurkan kandungannya.

Atas kejadian itu, Vadel Badjideh dilaporkan oleh Nikita Mirzani ke Polres Metro Jakarta Selatan pada, September 2024, lalu.

Proses hukum berjalan, Vadel Badjideh harus ditahan dan mendekam di balik jeruji besi sejak Februari 2025 sampai saat ini.

Kini, Vadel didakwa Pasal 81 ayat 2 jo Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Pasal 77A ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak, serta Pasal 348 KUHP.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.