Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memuji langkah cepat Pemerintah Kabupaten Sigi dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.
Apresiasi tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang dirangkaikan dengan penyerahan paket sembako program Berani Berkah Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kegiatan berlangsung di kediaman Bupati Sigi di Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo,, dan dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten Sigi.
Dalam sambutannya, Anwar menyebut Kabupaten Sigi memiliki perhatian khusus dalam agenda pembangunan provinsi. Ia bahkan menyebut daerah tersebut memiliki posisi istimewa di Sulawesi Tengah.
“Kalau ada lagu bilang Jogja istimewa, maka bagi saya Sulawesi Tengah itu Sigi istimewa,” ujar Anwar, yang disambut tepuk tangan warga yang hadir.
Menurutnya, kepemimpinan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae bersama Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi menunjukkan komitmen nyata dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Baca juga: Polisi Tolak Permohonan Tunda Perkara Insanul, Kasus Dugaan Perzinaan Tetap Lanjut
Dalam laporannya, Bupati Rizal menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Sigi mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebut bantuan sembako yang disalurkan kepada sekitar 1.000 kepala keluarga diharapkan turut membantu menekan angka kemiskinan.
“Buka puasa bersama Pak Gubernur hari ini kami sangat berterima kasih, sekaligus beliau membantu sembako kepada masyarakat Sigi kurang lebih 1.000 KK. Dengan adanya sembako ini kami berharap angka kemiskinan bisa kembali turun,” kata Rizal.
Ia menjelaskan, berdasarkan data pemerintah daerah, tingkat kemiskinan di Kabupaten Sigi menunjukkan tren penurunan dari sekitar 12 persen pada 2021 menjadi sekitar 10 persen pada 2024. Pemerintah daerah menargetkan tren tersebut terus berlanjut hingga 2025.
Menurut Rizal, salah satu strategi yang dilakukan adalah pendekatan berbasis data yang disertai kunjungan langsung ke rumah warga untuk memastikan kondisi masyarakat secara nyata.
“Kami turun langsung door to door memastikan kondisi masyarakat sehingga penanganannya bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Anwar Hafid menegaskan dukungan anggaran dari pemerintah provinsi dan pusat untuk Kabupaten Sigi pada 2026 cukup signifikan. Ia menyebut total alokasi dana yang masuk ke daerah tersebut mencapai sekitar Rp268 miliar, di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sigi.
Beberapa program strategis yang disoroti di antaranya pembukaan akses jalan Lembantongoa–Sausu yang diharapkan memperlancar konektivitas wilayah timur menuju Kota Palu melalui Kecamatan Palolo. Selain itu, peningkatan ruas jalan Kalukubula–Gimpu juga menjadi perhatian pemerintah.
Baca juga: Polisi Tolak Permohonan Tunda Perkara Insanul, Kasus Dugaan Perzinaan Tetap Lanjut
Tak hanya sektor infrastruktur, Kabupaten Sigi juga mendapatkan program penanganan kawasan kumuh dari pemerintah pusat. Menurut Anwar, sektor perumahan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap angka kemiskinan.
“Mulai 2027, saya minta seluruh kepala daerah fokus pada perbaikan rumah tidak layak huni. Kalau ini kita lakukan secara konsisten, angka kemiskinan akan kembali turun,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Bupati Sigi yang aktif memantau langsung kondisi rumah warga kurang mampu sebagai bagian dari upaya memastikan bantuan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid turut mengajak masyarakat untuk mendoakan para pemimpin agar tetap istiqamah dan berpihak kepada rakyat. Ia mencontohkan budaya masyarakat di Brunei Darussalam yang mendoakan pemimpinnya selepas salat sebagai bentuk dukungan moral.
Selain itu, ia juga menitipkan program Berani Berkah, termasuk gerakan salat berjamaah dan mengaji, sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual dalam pembangunan daerah.
“Kita ingin pembangunan berjalan seiring dengan penguatan iman dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Anwar menyatakan optimisme terhadap masa depan Kabupaten Sigi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat akan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan kepemimpinan yang bekerja tanpa lelah dan dukungan masyarakat, saya yakin Sigi akan semakin maju,” pungkasnya.(*)