Detik-detik Terdakwa Asusila Kabur dari PN Tebo Jambi Dibantu Massa SAD
Darwin Sijabat March 06, 2026 11:11 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Suasana di halaman Pengadilan Negeri (PN) Tebo yang semula tenang mendadak pecah menjadi kericuhan massal pada Rabu (4/3/2026) sore. 

Sebuah drama perebutan paksa terjadi saat terdakwa kasus asusila, Bujang Rimbo Bin Panyipat (Alm), hendak dievakuasi kembali ke Lapas Kelas II B Muara Tebo.

Penghadangan di Pintu Keluar

Kejadian itu sekitar pukul 17.30 WIB, tepat setelah borgol terpasang di tangan terdakwa usai menjalani persidangan.

Sekelompok massa dari komunitas Suku Anak Dalam (SAD) sudah menunggu di area luar. 

Tanpa aba-aba, massa yang terdiri dari keluarga terdakwa dan korban tersebut langsung merangsek maju melakukan pengepungan.

Petugas gabungan dari Kejaksaan, Kepolisian, dan TNI yang melakukan pengawalan sempat terkejut dengan serangan mendadak tersebut. 

Massa yang beringas mulai menghujani petugas dengan lemparan batu dan serangan fisik menggunakan kayu hingga batang tebu yang sengaja dibawa ke lokasi.

Formasi Pengamanan Pecah

Meskipun petugas telah berupaya mempertahankan terdakwa secara humanis dan membentuk barikade, jumlah massa yang besar membuat formasi pengamanan perlahan pecah. 

Dalam kepungan massa, petugas sempat mencoba memasukkan terdakwa ke dalam mobil pengawalan polisi untuk mengamankannya dari amukan.

Baca juga: Kronologi Terdakwa Asusila Dibawa Kabur Komunitasnya Usai Sidang di PN Tebo

Baca juga: Jalan Menuju Aurduri 2 Jambi Babak Bunyak, Warganet Sindir Kinerja Gubernur

Namun, kendaraan tersebut justru dihujat lemparan batu hingga kacanya pecah. 

Massa yang kian nekat nekat menarik paksa tubuh terdakwa dari cengkeraman petugas. 

"Kelompok tersebut terus melakukan penyerangan terhadap petugas dan kendaraan kepolisian menggunakan kayu dan batu hingga formasi pengamanan petugas terpecah," ungkap narasi dari kronologi kejadian.

Aksi Tabrak Petugas

Setelah berhasil merebut Bujang Rimbo, massa langsung menaikkan terdakwa ke dalam kendaraan yang telah disiagakan di depan gerbang. 

Mobil pelarian tersebut meluncur dengan kecepatan tinggi. 

Tragisnya, kendaraan itu sempat berupaya menabrak petugas yang mencoba melakukan pengadangan di jalan raya.

Kajati Jambi, Sugeng Hariadi, yang turun langsung ke Tebo pada Kamis (5/3/2026) menyayangkan insiden ini dan menyebutnya sebagai pembelajaran pahit. 

“Biar teman-teman yang melakukan penuntutan terus melakukan tindakan preventif yang dilakukan terhadap terdakwa ini,” ujarnya.

DISCLAIMER

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.