TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kue putri salju adalah salah satu kue kering yang sangat populer di Indonesia, termasuk di Solo Raya, Jawa Tengah.
Kue kering ini disukai oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Kue putri salju kerap dihidangkan di meja-meja warga Solo Raya ketika momen Lebaran tiba.
Baca juga: Sejarah Es Pisang Ijo: Kuliner Makassar yang Kini Populer Sebagai Menu Buka Puasa di Solo
Memiliki ciri khas yang membedakannya dari kue kering lain: taburan gula halus yang menutupi seluruh permukaannya, menyerupai salju yang menyelimuti bumi.
Kue putri salju sebenarnya berasal dari Eropa, tepatnya Austria dan Jerman, dengan nama asli Vanillekipferl.
Di negara asalnya, kue ini dikenal renyah di luar namun lembut di dalam, dan biasanya disajikan selama perayaan Natal.
Masuknya kue putri salju ke Indonesia tidak dapat dipastikan dengan tepat, tetapi diperkirakan sudah ada sejak lama.
Kue ini kemungkinan besar dibawa oleh orang asing yang datang ke Indonesia, baik untuk berlibur atau sekadar menyalurkan hobi membuat kue.
Baca juga: Sejarah Es Kopyor, Minuman Legendaris jadi Salah Satu Favorit Buka Puasa di Solo Raya
Seiring waktu, kue putri salju menjadi sangat populer di Indonesia karena rasanya yang lezat.
Sama seperti nastar dan kastengel, kue ini mengalami beberapa adaptasi resep agar sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia.
Bentuk dan rasa kue putri salju di Indonesia banyak yang mirip dengan versi Austria: berbentuk bulan sabit dengan cita rasa vanilla, dan diselimuti gula halus.
Nama “putri salju” sendiri diyakini diambil dari penampilannya yang menyerupai permukaan bersalju.
Kue putri salju memiliki beberapa ciri khas yang membuatnya mudah dikenali:
Kue ini biasanya menjadi sajian khas pada hari raya, termasuk Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru Imlek.
Di toko roti atau pasar swalayan, kue putri salju umumnya dijual dalam kemasan toples plastik, memudahkan untuk dijadikan oleh-oleh atau sajian keluarga.
(*)