TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Aipda Herman salah satu polisi layak menjadi contoh di Parepare.
Aipda Herman bertugas di Lantas Polsek Ujung, Parepare.
Ia berinisiatif menambal jalan berlubang disela-sela tugasnya mengurai kemacetan di poros Parepare-Sidrap tepatnya di Jalan Jendral Ahmad Yani, KM 2, Jumat (6/3/2026).
Lokasinya tepat di pertigaan depan Kantor PDAM Tirta Karajae Kota Parepare.
Menggunakan gerobak, Aipda Herman mengangkut material seadanya.
Dia tampak telaten menutup rongga-rongga aspal yang menganga.
Baca juga: 9 ASN di Parepare Seleksi Komcad, Bakal Ikuti Pendidikan Militer di Rindam XIV/Hasanuddin
Sesekali dia harus menyeka keringatnya sembari tetap memberikan aba-aba kepada pengendara yang melintas agar berhati-hati.
Aksi spontan ini dia lakukan menyusul meningkatnya volume kendaraan yang melintasi jalur tersebut.
Inisiatif Aipda Herman bukan tanpa alasan.
Berdasarkan data evaluasi lalu lintas di wilayah hukum Polres Parepare, titik Jalan Jenderal Ahmad Yani KM 2 merupakan area dengan tingkat kerawanan kecelakaan (blackspot) yang cukup tinggi, terutama saat malam hari.
Data Korlantas Polri mencatat bahwa faktor jalan rusak berkontribusi pada angka kecelakaan nasional hingga 10-15 persen setiap tahunnya.
Di jalur lintas daerah seperti Parepare-Sidrap, lubang sedalam 10-15 sentimeter sudah cukup membuat pengendara sepeda motor kehilangan kendali (out of control), yang seringkali berakibat fatal.
Aksi Aipda Herman pun menuai simpati beberapa warga sekitar, bahkan ikut membantu menambal jalan yang berlubang.
"Iya kita apresiasi sekali. Karena memang ini bahaya, pertigaan baru kondisi jalan begini," kata salah seorang warga Erwin kepada Tribun-Timur.com.
Aipda Herman mengatakan, jalur Ahmad Yani KM 2 menjadi jalur utama mudik Poros Parepare-Sidrap.
Terlebih kata dia, jalur tersebut juga rawan kecelakaan.
"Lubang jalannya sangat dalam, dan beberapa kali terjadi kecelakaan di jalur ini, jadi berinisiatif untuk menambal lubang, tadi juga dibantu beberapa warga," jelas Herman.
Aipda Herman mengutarakan, meski penambalan yang dilakukan bersifat darurat, setidaknya sedikit mengurangi resiko kecelakaan menjelang mudik lebaran 2026.
"Ini cuma sifatnya darurat, tentu kami harap ada perbaikan permanen untuk mengurangi resiko kecelakaan," ucap Aipda Herman.(*)