Daftar 16 Jalur Alternatif Mudik di Cirebon yang Akan Diperbaiki, Termasuk Kanci-Sindanglaut
Ravianto March 06, 2026 02:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, sejumlah jalur alternatif di Kabupaten Cirebon bakal dikebut perbaikannya.

Pemerintah daerah memastikan pemeliharaan ruas jalan akan dimulai pekan depan, termasuk jalur Kanci–Sindanglaut yang sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah warga menanam pohon pisang di tengah jalan rusak sebagai bentuk protes.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon, Sunanto mengatakan, perbaikan tersebut merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin jalan yang dilakukan setiap tahun menjelang Idulfitri.

“Perbaikan jalan akan dimulai pekan depan, ini pemeliharaan rutin,” ujar Sunanto saat diwawancarai media, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, pemeliharaan rutin tersebut berada di bawah bidang Bina Marga dan mencakup seluruh ruas jalan kabupaten guna memastikan kenyamanan masyarakat selama periode Lebaran.

“Pemeliharaan rutin ini mencakup perbaikan semua ruas jalan kabupaten untuk kenyamanan aktivitas masyarakat di periode Lebaran tahun ini,” ucapnya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Minta Maaf karena Masih Ada Kemacetan di Jalur Mudik dan Tempat Wisata di Jabar

Selain itu, pihaknya juga memprioritaskan perbaikan sejumlah ruas jalan alternatif yang kerap digunakan masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran.

“Perbaikan jalan juga memprioritaskan sejumlah ruas jalan alternatif guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran,” jelas dia.

Kabupaten Cirebon sendiri diketahui menjadi salah satu jalur lintasan utama bagi pemudik menuju wilayah Jawa Tengah maupun sebaliknya.

Warga saat menanam pohon pisang di jalanan berlubang di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Selasa (19/3/2024). 
Warga saat menanam pohon pisang di jalanan berlubang di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Selasa (19/3/2024).  (Tribun Jabar/Handhika Rahman)

Tahun ini, sedikitnya terdapat 16 ruas jalan alternatif strategis yang akan diperbaiki untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas di wilayah barat maupun timur Kabupaten Cirebon.

Di wilayah barat Kabupaten Cirebon, ruas yang akan diperbaiki meliputi Bunder–Susukan, Kedongdong–Beringin, Jenun–Ciwaringin, Palimanan–Kramat, Plumbon–Kenanga, Kedawung–Warungasem, Ciperna–Warungsem, Arjawinangun–Suranenggala dan Jalan Tuparev.

Sementara di wilayah timur meliputi Kanci–Sindanglaut, Sindanglaut–Pabuaran, Sindanglaut–Ciawigajah, Gebangilir–Waled, Jatiseeng–Pabuaran, Playangan–Bojongnegara dan Wanayasa–Sindanghayu.

Menurut Sunanto, perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan selama arus mudik dan balik Lebaran.

“Targetnya tentu untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini,” katanya.

Jalan Kanci–Sindanglaut Sempat Jadi Sorotan

Sebelumnya, kondisi jalan alternatif Cirebon–Kuningan yang melintasi Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, menjadi sorotan warga karena rusak parah dan disebut-sebut memicu kecelakaan hampir setiap malam.

Lubang besar yang dipenuhi genangan air membuat pengendara, terutama sepeda motor, sering terjatuh saat melintas.

Kesal karena tak kunjung diperbaiki, warga setempat melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah kubangan jalan pada Minggu (1/3/2026) sore.

Pantauan di lokasi menunjukkan aspal jalan terkelupas dan membentuk lubang besar dengan kedalaman disebut mencapai lebih dari 60 sentimeter. 

Air kecokelatan menggenang di hampir setiap titik sehingga pengendara harus memperlambat laju kendaraan dan bergantian menghindari lubang.

Warga bahkan memasang papan bertuliskan 'Dikontrakkan' di salah satu lubang besar sebagai simbol kekecewaan atas kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Salah seorang pengendara, Ahmad Rofahan (37), mengaku kerusakan jalan tersebut sudah lama terjadi dan sangat mengganggu aktivitas warga.

“Iya, mobil saya juga kadang gasruk gitu lho,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (1/3/2026).

Menurut Ahmad, kondisi jalan yang rusak parah membuat pengendara kesulitan melintas.

“Sudah lama. Jadi minta pemerintah untuk segera diperbaiki lah,” ucapnya.

Ia juga menilai tingkat kerusakan jalan tersebut sangat parah.

“Parah banget,” katanya.

Ahmad menjelaskan jalur tersebut merupakan akses vital karena menghubungkan wilayah Cirebon dengan sejumlah daerah lain.

“Ini dari Kanci mau ke arah Sindanglaut. Bisa ke Jawa Tengah, bahkan ke Kuningan bisa,” ujarnya.

Warga Khawatir Korban Terus Bertambah

Warga Desa Kanci lainnya, Rizky Pratama mengatakan, aksi menanam pohon pisang dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus peringatan bagi pengendara agar berhati-hati.

“Kalau ini, saya dengan teman-teman warga Kanci khususnya, hanya ingin jalan ini rapi, Pak. Karena posisinya hampir beberapa malam ini banyak kendaraan roda dua yang selalu jatuh di jalan ini,” kata Rizky.

Menurutnya, minimnya penerangan jalan membuat lubang sulit terlihat, terlebih ketika tertutup genangan air.

“Karena terhalang oleh penerangan jalan, terus sama genangan air yang ada di lubang-lubang ini, Pak,” jelasnya.

Rizky menyebut kerusakan jalan tersebut cukup panjang.

“Cukup panjang Pak, hampir kisaran di 50 meteran kalau dari ujung sana,” katanya.

Namun sejumlah warga lain memperkirakan panjang kerusakan bahkan mencapai sekitar 150 meter.

Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut karena jalur tersebut merupakan akses alternatif penting yang menghubungkan Cirebon dengan Brebes, Jawa Tengah, hingga Kuningan.

Bagi warga, pohon pisang yang ditanam di tengah lubang bukan sekadar simbol protes, melainkan tanda bahaya bahwa keselamatan pengguna jalan sedang dipertaruhkan jika kerusakan dibiarkan terlalu lama.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.