Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Dua Gelombang, Catat Tanggalnya
Joanita Ary March 06, 2026 02:16 PM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Pemerintah memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 tidak akan terjadi dalam satu waktu, melainkan terbagi dalam dua gelombang.

Pola ini diperkirakan terjadi seiring penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang dirancang untuk mengurai kepadatan kendaraan saat periode mudik.

Prediksi tersebut muncul dari hasil rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait guna mempersiapkan kelancaran arus mudik tahun ini.

Dalam rapat tersebut, pemerintah memetakan potensi lonjakan mobilitas masyarakat yang diperkirakan mulai meningkat pada pertengahan Maret 2026.

Berdasarkan pemetaan tersebut, gelombang pertama puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026.

Pada periode ini, pergerakan kendaraan dari Jakarta dan wilayah sekitarnya menuju berbagai daerah diprediksi mulai melonjak tajam.

Lonjakan kendaraan diperkirakan akan terjadi di sejumlah jalur utama, terutama ruas tol Trans Jawa dan jalur arteri yang mengarah ke wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Selain kendaraan pribadi, arus penumpang transportasi umum juga diprediksi mengalami peningkatan signifikan.

Pola arus mudik tahun ini dinilai berbeda dari tahun sebelumnya karena adanya kebijakan Work From Anywhere yang akan diberlakukan pada 16 hingga 17 Maret 2026.

Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi sebagian pekerja untuk menjalankan aktivitas pekerjaan dari lokasi mana pun, termasuk dari kampung halaman.

Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat memecah konsentrasi pergerakan pemudik sehingga tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.

Dengan demikian, potensi kemacetan panjang di jalur utama mudik dapat ditekan.

Setelah jeda dua hari penerapan WFA, pemerintah memprediksi akan muncul gelombang kedua arus mudik.

Puncaknya diperkirakan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026, ketika masyarakat yang sebelumnya menunda perjalanan mulai berangkat menuju kampung halaman.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan tersebut, sejumlah instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah strategis.

Mulai dari rekayasa lalu lintas, pengawasan ketat di titik rawan kemacetan, hingga kesiapan rest area dan layanan pendukung bagi pemudik.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik.

Pemudik disarankan memilih waktu keberangkatan secara bijak agar terhindar dari puncak kepadatan lalu lintas.

Pemanfaatan periode Work From Anywhere juga diharapkan dapat membantu masyarakat mempersiapkan perjalanan secara lebih matang, mulai dari memastikan kondisi kendaraan hingga memantau informasi lalu lintas terkini.

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, pemerintah berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.