TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Trenggalek, Subkan Hamzah memastikan tahapan persiapan ibadah haji 2026 tetap berjalan di tengah konflik di kawasan Timur Tengah.
Subkan mengatakan saat ini seluruh tahapan persiapan dan dokumen calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Trenggalek sudah lengkap.
CJH tinggal menunggu koper serta pakaian haji yang akan segera datang dalam beberapa waktu kedepan.
"Trenggalek tinggal menunggu waktu pemberangkatan yaitu tanggal 18 Mei," kata Subkan, Jumat (6/3/2026).
Satu-satunya tahapan yang belum dilalui adalah manasik haji kubro yang akan dilaksanakan pada 26 Maret 2026 pasca Hari Raya Idul Fitri 2026.
Tahun ini, CJH Trenggalek tergabung dalam kloter 105 dan 106 atau kloter akhir, sehingga kopernya pun datangnya lebih akhir dibandingkan daerah lain.
Sedangkan jumlah CJH yang akan berangkat pada tahun ini sebesar 449 jemaah termasuk pembimbing ibadah, dan tenaga medis.
"Jemaah cadangan yang tidak masuk di kloter 105 106 itu ada empat orang. Sementara belum jelas kapan berangkatnya ini memang kesepakatan dan konsekuensi jemaah cadangan," terang Subkan.
Baca juga: Pemkab Nganjuk dan TNI AL Laksanakan Gerakan Tanam Bersama Kedelai di Desa Ngudikan
Lebih lanjut, kekhawatiran terhadap situasi di Timur Tengah menurut Subkan pasti ada di pikiran jemaah namun CJH berharap ekskalasi perang bisa mereda, sehingga hingga saat ini tidak ada calon jemaah haji yang menunda keberangkatannya.
"Mungkin ada mengkhawatirkan tapi karena waktunya masih lama mereka juga wait and see, melihat seperti apa, ada perkembangannya seperti apa," pungkasnya.
(Sofyan Arif Candra/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik