Wali Kota Kediri Hadiri Peringatan Nuzulul Quran di Lirboyo, Ajak Jadikan Al-Quran Kompas Kehidupan
Sri Wahyuni March 06, 2026 03:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Peringatan Nuzulul Quran di Pondok Pesantren Salafi Terpadu (PPST) Ar-Risalah Lirboyo Kota Kediri berlangsung khidmat, Kamis (5/3/2026). 

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turut hadir bersama para kiai, santri, dan tamu undangan untuk mengenang peristiwa turunnya Al-Quran sekaligus memperkuat nilai keimanan di tengah kehidupan masyarakat.

Momentum Nuzulul Quran yang bertepatan dengan pertengahan bulan Ramadan itu menjadi pengingat bagi umat Islam untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Quran sebagai pedoman hidup. 

Suasana religius terasa ketika para hadirin mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan.

Wali Kota Kediri yang akrab disapa Mbak Wali menyampaikan bahwa memasuki puasa hari ke-15, peringatan Nuzulul Quran menjadi momen penting untuk meneguhkan kembali komitmen menjadikan Al-Quran sebagai panduan dalam menjalani kehidupan.

"Memasuki puasa hari ke-15 ini, peringatan Nuzulul Quran menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali meneguhkan komitmen menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup," kata Mbak Wali.

Ia menambahkan, di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat serta derasnya arus informasi, nilai-nilai Al-Quran harus tetap dijadikan kompas moral dalam kehidupan sehari-hari.

"Di tengah dinamika situasi nasional maupun global yang sering kali tidak menentu, nilai-nilai Al-Quran harus menjadi kompas moral agar kita tetap tenang, bijaksana, dan memiliki keteguhan hati dalam menghadapi berbagai tantangan," jelasnya.

Baca juga: Di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Persiapan Haji 449 Jemaah Trenggalek Dipastikan Tetap Jalan

Selain peringatan Nuzulul Quran, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan tahlil dan kirim doa untuk mengenang para ulama besar Lirboyo. 

Mbak Wali menilai kegiatan tahlil dan doa bersama ini menjadi ruang refleksi untuk meneladani kiprah para masyayikh Lirboyo yang telah memberikan kontribusi besar bagi umat melalui ilmu dan pengabdian mereka.

"Para masyayikh Lirboyo telah memberikan teladan bagaimana ilmu, ketawadhuan, dan pengabdian menjadi fondasi penting dalam membangun umat," tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa Lirboyo tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga berperan sebagai penjaga moralitas masyarakat yang tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Wali Kota Kediri mengajak seluruh hadirin untuk turut mendoakan saudara-saudara di Palestina dan berbagai belahan dunia yang sedang menghadapi konflik. 

"Semoga Allah SWT menghadirkan kedamaian, menghentikan pertumpahan darah, serta melindungi umat manusia dari kehancuran. Semoga Indonesia, khususnya Kota Kediri yang kita cintai, senantiasa diberi perlindungan, keamanan, dan keberkahan," ujarnya.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.