Sosok Iwan Sulistiya Setiawan, Kades Inovatif dari Desa Wunut yang Bagi-Bagi THR untuk Warga
M Zulkodri March 06, 2026 02:23 PM

BANGKAPOS.COM--Kebijakan unik pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh warga Desa Wunut, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, membuat sosok Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistiya Setiawan, menjadi sorotan publik.

Melalui kebijakan tersebut, ia berhasil menunjukkan bagaimana pengelolaan potensi desa dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pada Kamis (5/3/2026), Pemerintah Desa Wunut membagikan THR sebesar Rp585.250.000 kepada 2.341 warga.

Setiap warga menerima Rp250.000 per orang, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp200.000 per jiwa.

Pembagian THR tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Wunut dan disambut antusias oleh masyarakat.

Dana yang dibagikan berasal dari pendapatan objek wisata air Umbul Pelem, salah satu destinasi unggulan desa.

Iwan menjelaskan bahwa pendapatan Umbul Pelem pada tahun 2025 mencapai Rp5,1 miliar, meningkat sekitar Rp400 juta dibanding tahun 2024 yang mencapai Rp4,7 miliar.

“Tahun kemarin kita memberikan per jiwa Rp200.000. Untuk tahun ini kita naikkan jadi Rp250.000,” kata Iwan saat menjelaskan kebijakan tersebut.

Kepala Desa yang Dikenal Inovatif

Iwan Sulistiya Setiawan dikenal sebagai kepala desa yang aktif menggali potensi desa untuk kesejahteraan masyarakat.

Ia memanfaatkan sumber daya alam berupa mata air alami yang kemudian dikembangkan menjadi objek wisata Umbul Pelem.

Keberhasilan pengelolaan wisata tersebut menjadi sumber pendapatan desa yang kemudian dimanfaatkan untuk berbagai program sosial bagi warga, termasuk pembagian THR secara merata.

Selain itu, pada tahun 2020 lalu Iwan juga membuat terobosan dengan mendaftarkan warganya dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Biaya kepesertaan program tersebut ditanggung oleh pemerintah desa melalui keuntungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Penampilan Sederhana, Dekat dengan Warga

Di tengah berbagai inovasinya, Iwan tetap dikenal sebagai sosok pemimpin desa yang sederhana.

Ia memiliki ciri khas memakai kupluk berwarna gelap dan berjenggot, penampilan yang membuatnya mudah dikenali warga.

Gaya kepemimpinannya yang terbuka dan dekat dengan masyarakat membuatnya cukup populer di kalangan warga Desa Wunut.

Pernah Mengatasi Hama Tikus dengan Burung Hantu

Salah satu langkah inovatifnya yang pernah mendapat perhatian adalah upaya mengatasi serangan hama tikus di area persawahan.

Saat itu lahan pertanian warga mengalami gagal panen hingga tiga musim berturut-turut.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Iwan menginisiasi penggunaan burung hantu Tyto Alba sebagai predator alami tikus.

Ia bahkan menerbitkan Peraturan Desa Nomor 6 Tahun 2013 yang melarang perburuan burung tersebut.

Pemerintah desa juga membangun sejumlah rumah burung hantu atau rubura di area persawahan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

Langkah tersebut perlahan berhasil menekan populasi tikus yang sebelumnya merusak lahan pertanian warga.

Mengajak Warga Menjaga Potensi Desa

Iwan menegaskan bahwa keberhasilan Desa Wunut tidak lepas dari peran masyarakat yang ikut menjaga potensi desa, terutama sumber daya alam yang menjadi sumber ekonomi.

Ia berharap warga terus menjaga Umbul Pelem agar tetap menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat.

“Kita punya wisata, punya sumber daya alam ini bagaimana kita bersama-sama dengan warga tetap menjaga Umbul Pelem sehingga bisa bermanfaat dan mensejahterakan masyarakat desa,” ujarnya.

Desa Wunut dan Potensi Wisatanya

Desa Wunut berada di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, berbatasan dengan wilayah Kabupaten Boyolali.

Desa ini dikenal memiliki potensi sumber mata air alami yang melimpah.

Salah satu yang paling terkenal adalah Umbul Pelem, destinasi wisata air yang kini menjadi tulang punggung pendapatan desa.

Berkat pengelolaan yang baik, potensi tersebut tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial yang digagas pemerintah desa.

Dengan berbagai inovasi tersebut, nama Iwan Sulistiya Setiawan kini semakin dikenal sebagai salah satu kepala desa yang berhasil mengembangkan potensi desa untuk kemakmuran warganya.

Iwan Sulistiya Setiawan, yang telah menjabat sebagai kepala desa sejak 2007, tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp1.492.850.000 berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru yang diterbitkan pada 18 Maret 2025.

Profil Desa Wunut 

Berdasarkan informasi dihimpun dari laman desawunutklaten.id, Desa Wunut terletak di Kabupaten Klaten termasuk wilayah Kecamatan Tulung yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Boyolali.

Berdasarkan penuturan para pini sepuh yang sekarang mash hidup mengatakan bahwa nama Desa Wunut berdasarkan sebagai berikut:

Dahulu kala ada dua pemerintahan desa diantaranya:

  • Lurah wunut dengan istilah Bekel
  • Lurah dukuh dengan istilah Demang.

Dikarenakan jumlah penduduk pada waktu itu masih sedikit dan tidak sesuai dengan luas wilayah, kedua pemerintahan desa disatukan.

Namun, dari kepala desa mengadakan perjanjian apa bila di dalam pemilihan dimenangkan oleh pemerintahan Dukuh, akan dijadikan Desa Wunut. 

Sebaliknya jika dimenangkan Pemerintahan Wunut akan dinamakan Desa Dukuh.

Saat itu, pemilihan kades dilakukan dengan mengumpulkan sebilah lidi kecil (lidi yang berasal dari batang daun kelapa).

Singkat cerita, pemilihan kades dimenangkan oleh pemerintahan dukuh (Demang).

Atas dasar perjanjian awal, nama desa tersebut dinamakan Desa Wunut.

Daftar RW/Dusun

Nama : RW 06
Ketua : Kantiman

Nama : RW 05
Ketua : Jaka Harjana S. H.

Nama : RW 04
Ketua : Sriyono

Nama : RW 03
Ketua : Anton Wibowo

Nama : RW 02
Ketua : Suyadi

Nama : RW 01
Ketua : Sigit Rushartato S. Pd.


(Kompas.com Labib Zamani, Ferril Dennys/SURYA.CO.ID Arum Puspita/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.