Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Penyerapan hasil panen petani oleh Perum Bulog Cabang Rejang Lebong terus berjalan.
Hingga saat ini, jumlah gabah yang sudah diserap tercatat 1.200 ton Gabah Kering Panen (GKP). Tak hanya itu, juga ada 237 ton beras yang juga berhasil diserap.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Cabang Rejang Lebong, A. Musalim Yudha, menjelaskan bahwa penyerapan tersebut merupakan bagian dari program pengadaan gabah dan beras yang dilaksanakan Bulog sepanjang tahun 2026.
Capaian penyerapan gabah hingga saat ini telah melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 1.000 ton GKP.
“Sampai hari ini Bulog Cabang Rejang Lebong telah menyerap gabah petani dari Kabupaten Lebong sebanyak 1.200 ton gabah kering panen atau GKP dari target 1.000 ton. Sedangkan untuk beras petani yang sudah diserap sebanyak 237,7 ton dari target tahun 2026 sebanyak 812 ton,”jelas Musalim kepada wartawan TribunBengkulu.com, pada Jumat (6/3/2026) pagi.
Bulog hanya membeli gabah yang telah memenuhi ketentuan kualitas. Gabah yang diserap harus merupakan gabah yang telah memasuki usia panen dan berada dalam kondisi bersih.
Menurutnya, penerapan standar tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog.
Selain itu, kualitas gabah yang baik juga mempengaruhi tingkat rendemen atau hasil penggilingan beras agar tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
“Standar ini diterapkan agar kualitas cadangan beras pemerintah tetap terjaga dan hasil penggilingan beras yang dihasilkan tetap sesuai ketentuan,” jelasnya.
Baca juga: 122 Desa di Rejang Lebong Belum Ajukan Pencairan DD dan ADD, Terkendala Perbup Belum Rampung
Penyerapan gabah dan beras merupakan bagian dari upaya Bulog dalam menjalankan program pemerintah untuk menjaga stabilitas harga gabah dan beras di tingkat petani.
Menurut dia, dengan adanya penyerapan hasil panen oleh Bulog, petani memiliki kepastian pasar sehingga harga gabah dapat tetap berada pada tingkat yang sesuai dengan ketentuan pemerintah.
“Penyerapan gabah dan beras ini merupakan langkah konkret Bulog untuk melindungi harga di tingkat petani agar tetap sesuai ketentuan pemerintah, sekaligus memastikan ketersediaan stok beras tetap aman,”katanya.
Dalam proses pengadaan tersebut, Bulog Cabang Rejang Lebong bekerja sama dengan sejumlah pihak di daerah.
Penyerapan hasil panen dilakukan melalui mitra penggilingan padi, petugas penyuluh lapangan serta dinas pertanian di wilayah kerja Bulog.
"Kerja sama tersebut dilakukan untuk mempermudah proses pengumpulan gabah dari petani sekaligus memastikan distribusi hasil panen dapat berjalan dengan baik,"tutup Musalim.
Dengan realisasi penyerapan yang telah dicapai hingga Februari 2026, Bulog Cabang Rejang Lebong optimistis dapat terus meningkatkan jumlah pengadaan pada musim panen berikutnya.
Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat cadangan beras pemerintah sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di daerah.