TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Kondisi bangunan SDN Kelabang II di Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, rusak parah. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung karena sekolah tersebut menjadi satu-satunya tempat belajar bagi anak-anak di wilayah setempat.
Sekolah filial atau kelas jauh yang berada di Dusun Sumber Biru, Desa Tegalampel ini telah berdiri sejak 2005. Hingga kini, bangunan sekolah tersebut belum pernah mendapatkan perbaikan besar.
Baca juga: Efek Viral BBM Hanya Cukup 26 Hari, Antrean Mengular di SPBU Bondowoso
Sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut terlihat dalam kondisi memprihatinkan. Beberapa bagian atap dan plafon sudah ambrol, sementara rangka kayu penyangga mulai lapuk.
Agar bangunan tetap berdiri, sebagian ruang kelas bahkan harus disangga menggunakan bambu.
Salah satu guru di sekolah tersebut, Mula Wiji Lestari, mengatakan kerusakan bangunan sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Pihak sekolah juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada pihak terkait.
Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai rencana perbaikan.
Baca juga: Mahasiswa Demo di Pemkab Bondowoso, Soroti Belanja Pegawai 48 Persen, Infrastruktur Hanya 6 Persen
“Kami khawatir sewaktu-waktu bangunan ini roboh saat anak-anak sedang belajar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, kekhawatiran semakin meningkat saat musim hujan. Banyak bagian plafon yang sudah runtuh dan kayu penyangga mulai rapuh.
Meski demikian, para guru tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar karena tidak ada alternatif ruang belajar lain.
“Namun, kami tetap mengajar karena ini satu-satunya tempat belajar bagi anak-anak di sini,” tambahnya.
Baca juga: Warga dan Relawan di Bondowoso Patungan Tambal Jalan Berlubang
Saat ini terdapat 14 siswa yang belajar di SDN Kelabang II, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Sekolah ini memang dibentuk sebagai kelas jauh untuk memudahkan akses pendidikan bagi anak-anak di Dusun Sumber Biru.
Jika harus bersekolah di SD induk, jaraknya sekitar 2 hingga 3 kilometer dari permukiman warga. Sementara jarak menuju SD Mandiro 1 bahkan lebih jauh.
Baca juga: Banjir Rendam Puluhan Rumah di Desa Bataan Bondowoso, Air Capai 50 Cm
Kondisi bangunan sekolah yang semakin rapuh juga menimbulkan kekhawatiran bagi para orang tua siswa.
Mosleh, salah satu orang tua murid, mengaku cemas melihat kondisi ruang kelas yang rusak. Meski begitu, anak-anak tetap harus bersekolah karena tidak ada pilihan lain.
“Kami sebagai orang tua tentu khawatir melihat kondisi kelas seperti itu. Tapi anak-anak tetap harus sekolah. Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar mereka bisa belajar dengan aman dan nyaman,” katanya.
Warga berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi sekolah tersebut. Mereka khawatir jika tidak segera diperbaiki, keselamatan siswa dapat terancam dan akses pendidikan anak-anak di Dusun Sumber Biru menjadi terabaikan.