BATAM, TRIBUNBATAM.id - Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar diskusi panel dalam Rakorda Bangga Kencana 2026 bertempat di Kantor BKKBN Kepri di Batam, Kamis (5/3/2026).
Tema yang diangkat dalam kegiatan ini yakni “Transformasi Kemendukbangga mendukung Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045”.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid meeting ini dihadiri oleh Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Andri Rizal Siregar,SE.,MM, Ketua DPRD Kabupaten Karimun: Ir. Raja Rafiza, ST,M.M, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Karimun H. Anwar, SH., M.MP, Komisi III DPRD Kabupaten Lingga, Yanuar,ST, OPD KB se-Kepulauan Riau, Barenlitbang se-Kepulauan Riau dan jajaran pemerintah daerah serta mitra kerja lainnya berjumlah 150 orang.
Diskusi dimoderatori oleh Ketua Juang Kencana Provinsi Kepri, Muhammad Dali, M.M dengan narasumber dari Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri, Ketua Pokja III, Ir. Kartika Kusumastuti, Kasipers Kasrem 033/WP Kolonel Inf. Gambuh Sri Karyanto, Kabidokes, Kombes Pol drg. Muhammad Zakir, S.H., QHIA dan Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Barenlitbang Provinsi Kepri, Nur Aisyah Fatmasari, SE., MM.
Dalam kegiatan itu, Ir.Kartika Kusumastuti menjabarkan peran PKK dalam pelaksanaan program Bangga Kencana dan pelaksanaan rencana aksi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) di Kepri.
“TP PKK se- Kepulauan Riau mendukung penuh program Bangga Kencana dan pelaksanaan PJPK di Kepri dalam wujud aksi nyata di daerah," ujar Kartika.
Diskusi tersebut menghasilkan komitmen bersama antara Pemerintah Daerah, Tim Penggerak PKK, stakeholder, dan mitra kerja lainnya, dimana transformasi kementerian merupakan wujud penguatan peran strategis Kemendukbangga/BKKBN dalam mengelola bonus demografi.
Keluarga merupakan hulu dan hilir pembangunan nasional. Seluruh intervensi kebijakan nasional perlu berbasis keluarga dengan penguatan Satu Data Keluarga Indonesia.
Pembangunan keluarga merupakan strategi fundamental dalam mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045 melalui optimalisasi 8 Fungsi Keluarga sebagai basis pembentukan karakter dan kualitas hidup.
Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) menjadi landasan transformasi menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Rohina,M.Si menegaskan bahwa PJPK merupakan atensi khusus Kemendukbangga/BKKBN.
“Pemanfaatan PJPK akan selalu dievaluasi oleh Kemendagri dan Kemendukbangga/BKKBN, untuk selanjutnya akan digunakan sebagai kompas strategi dalam mewujudkan pembangunan kependudukan yang terpadu, terukur dan berkualitas," ujarnya.
Pembangunan keluarga merupakan Strategi Nasional melalui Program Presiden Makan Bergizi Gratis sasaran Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita Non PAUD (MBG3B).
Kader Pendamping Keluarga sebagai garda terdepan yang memastikan MBG 3B sampai kepada sasarannya, sementara Penyuluh KB dan Petugas Lapangan KB (PLKB) memastikan data sasaran akurat, serta mengedukasi pola konsumsi pangan sehat di tingkat keluarga.
Diskusi ini juga menekankan dukungan kemitraan pada program prioritas presiden, dan tata kelola kelembagaan daerah.
Salah satu program prioritas telah dilakukan melalui kolaborasi pemerintah dengan mitra pentahelix dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang merupakan program prioritas pencegahan stunting.
Di samping itu, keberlangsungan program Aman Sehat Resik, Indah (ASRI) dapat memperkuat kesadaran masyarakat, yang dimulai dari keluarga dalam menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kualitas Kesehatan, dan membangun hidup sehat dan tertib. (adv)
Penulis : Dewita