Harga Telur Ayam Naik Terus Saat Ramadan, Penasihat Peternak Kota Batu Ungkap Penyebabnya
Sarah Elnyora Rumaropen March 06, 2026 03:00 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Harga kebutuhan pokok saat momen Ramadan kompak naik, terlebih menjelang hari raya Idulfitri 1447 H.

Khusus untuk harga telur ayam di Pasar Induk Among Tani Kota Batu pada Jumat (6/3/2026), tercatat mencapai Rp 31.000 per kilogram, dan diperkirakan akan terus naik hingga lebaran.

Harga ini tergolong tinggi, mengingat biasanya harga telur ayam berada di kisaran Rp28.000 per kilogram. 

Kenaikan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, terutama meningkatnya permintaan dan konsumsi, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri makanan seperti pembuatan kue kering

Penjelasan Peternak Terkait Mekanisme Harga Bursa

Terkait harga telur ayam Penasihat Kelompok Peternak Ayam Petelur Kota Batu, Ludi Tanarto mengatakan peternak di Kota Batu tetap mengikuti skema harga bursa di tingkat produsen. Sehingga para peternak tidak memiliki ruang untuk memainkan harga di luar mekanisme pasar.

“Jadi untuk telur itu memiliki harga bursa sendiri. Intinya, peternak pada dasarnya mengikuti harga yang berlaku di bursa,” kata Ludi Tanarto, Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Upaya Pengendalian Inflasi di Momen Ramadan, Kejari Batu Gelar Pasar Murah dan Santunan Lansia

Pria yang juga sebagai Wakil Ketua II DPRD Kota Batu itu menegaskan untuk kenaikan harga telur selama Ramadan ini dipengaruhi oleh dinamika pasokan dan permintaan di pasar, dan bukan karena permainan harga atau praktik spekulasi di tingkat peternak.

“Kenaikan harga ini bukan karena spekulasi. Lebih karena faktor supply and demand. Pasokan relatif tetap, tetapi permintaan meningkat, terutama karena banyak masyarakat mulai membuat kue atau memasak lebih banyak menjelang lebaran,” ujarnya.

“Tentunya pabrik-pabrik biskuit juga mulai produksi sejak dua bulan sebelumnya, sehingga kebutuhan telur mereka meningkat cukup besar,” tambahnya.

Optimisme Pemulihan Ekonomi di Tahun 2026

Meski harga telur terus merangkak naik, Ludi menilai kenaikan harga telur saat Ramadan tahun ini tidak akan terlalu drastis dibandingkan periode sebelumnya.

Selain itu kondisi ekonomi tahun ini juga dinilai lebih baik dibanding tahun lalu. Hal ini terlihat dari mulai membaiknya perputaran pembayaran dalam aktivitas usaha.

“Tahun 2025 lalu perputaran uang memang cukup berat. Pembayaran agak lambat. Kemudian kenjelang akhir 2025 kemarin mulai terasa lebih lancar. Biasanya itu menjadi tanda kondisi ekonomi mulai bergerak lebih baik,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.