TRIBUNSUMSEL.COM - Mengenal sosok Irjen Pol Helfi Assegaf, Jenderal bintang 2, Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda Lampung.
Irjen atau Inspektur Jenderal merupakan tingkat kedua bagi perwira tinggi polisi di Kepolisian Republik Indonesia.
Pangkat ini setara dengan Mayor Jenderal pada Militer.
Nama lengkap berikut dengan gelarnya yaitu Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.H., S.I.K., M.H.
Inspektur Jenderal Polisi atau Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.H., S.I.K., M.H. adalah seorang perwira tinggi (Pati) di dalam Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Baca juga: Mengenal Sosok Irjen Pipit Rismanto, Kapolda Kalbar Pernah Pimpin Timsus Kasus Gagal Ginjal Akut
Irjen Helfi Assegaf lahir di Blitar, Jawa Timur, 22 April 1970.
Helfi merupakan alumni SMA Negeri 1 Malang dan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992.
Sederet pendidikan kepolisian yang pernah ditempuhnya antara lain yakni PTIK (2004-2005), Sespimen (2008), dan Sepimti (2018).
Sementara pendidikan kejuruan yang pernah ditempuh Helfi antara lain yakni Perwira Khusus Reserse Pusdik Reskrim Polri, Management Investigattion DOJ USA, Financial Investigation Apeldoorn – Belanda, Complex Financial Investigation – Ilea Thailand, Money Laundring Investiigation JCLEC, dan Trainer For Money Laundring Investigation – Jclec.
Di Polri, Irjen Helfi Assegaf diamanahkan untuk bertugas di Badan Reserse Kriminal atau Bareskrim Polri.
Di Bareskrim, Helfi Assegaf mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus atau Dirtipideksus Bareskrim Polri.
Jenderal bintang dua ini sudah menduduki posisi jabatan sebagai Dirtipideksus Bareskrim Polri sejak 26 Juni 2024.
Sebelum itu, Helfi sempat terlebih dahulu menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tk. II Bareskrim Polri.
Karier Irjen Helfi Assegaf telah malang melintang di Polri.
Berbagai jabatan strategis di Korps Bhayangkara sudah pernah diembannya.
Baca juga: Mengenal Sosok Irjen Pipit Rismanto, Kapolda Kalbar Pernah Pimpin Timsus Kasus Gagal Ginjal Akut
Helfi tercatat pernah menjabat sebagai Pamapta Res Metro Bekasi PMJ, Kanit IV Sat Intelpam Res Metro Bekasi PMJ, Kanit Jatanras Sat Reskrim Metro Bekasi PMJ, Kapolsek Bantar Gebang Res Metro Bekasi PMJ, Wakasat Reskrim Res Metro Bekasi PMJ, dan Kasat Reskrim Res Metro Bekasi PMJ.
Selain itu, Helfi juga sempat menduduki posisi sebagai Kapolsek Ciputat Res Metro Jaksel PMJ, Kasat Reskrim Res Metro Depok PMJ, Kapusdalops Res Metro Tangerang PMJ, Kapolsek Jatiuwung Res Metro Tangerang PMJ, dan Kasat Narkoba Wiltabes Makasar Polda Sulsel.
Karier Helfi makin moncer setelah ia mengisi kursi jabatan sebagai Kasat 2 Eksus Dit Reskrim Polda Kalsel dan Kasat 1 Pidum Dit Reskrim Polda Kalsel.
Setelah itu, alumni Akpol 1992 ini sempat menduduki posisi jabatan sebagai Kapolres Balangan.
Ia juga sempat didapuk sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyakarat atau Kabid Humas Polda Sumatra Utara.
Jenderal asal Blitar ini juga pernah mengemban jabatan sebagai Karorena Polda Kalbar.
Tak sampai di situ, Helfi Assegaf juga pernah dimutasi menjadi Kasubdit II Perbankan Dit Tipideksus Bareskrim Polri dan Penyidik Utama Tk.1 Biro Wassidik Bareskrim Polri.
Polisi yang berpengalaman dalam bidang reserse ini lalu ditugaskan menjadi Wadir Dit Tipideksus Bareskrim Polri pada tahun 2021.
Sebelum menjadi direktur, Helfi sempat mengisi jabatan sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tk.Ii Bareskrim Polri.
Baru setelah itu Irjen Helfi Assegaf diangkat sebagai Dirtipideksus Bareskrim Polri pada Juni 2024.
Helfi Assegaf juga memiliki rekam jejak karier yang cemerlang di Polri.
Ia tercatat pernah mengusut kasus penyelewengan dana Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada 2022.
Selain itu, berbagai kasus judi online juga telah berhasil diberantas oleh Irjen Helfi.
Salah satu prestasi Irjen Pol Helfi Assegaf saat menjabat Dirtipideksus Bareskrim Polri, ia membongkar kecurangan produsen Minyakita.
Pengungkapan ini berawal dari penyelidikan yang dilakukan oleh tim Bareskrim Polri untuk memastikan distribusi dan ketersediaan minyak goreng "MINYAKITA" sesuai dengan ketentuan.
Namun, hasil temuan di lokasi menunjukkan adanya penyimpangan.
Selain itu, Helfi sempat mengungkap kasus pembobolan bank BUMN yang mencapai Rp204 miliar.
Helfi menyebut kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari pihak bank pada 20 Juni 2025 lalu karena adanya penarikan dana yang dianggap mencurigakan.
Adapun modusnya adalah para pelaku ini mengaku sebagai Satgas Perampasan Aset dan tengah menyelidiki kasus yang bersifat rahasia.
Sementara, terkait harta kekayaan, Helfi terakhir kali melaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi pada18 September 2025/Periodik - 2024.
harta kekayaan Irjen Helfi Assegaf ada di angka Rp3.651.385.000
Dalam LHKPN tersebut tertera bahwa harta terbanyak yang dimiliki Jenderal pangkat dua tersebut ada di aset tanah dan bangunan yang totalnya senilai Rp1.800.000.000.
Berikut rincian harta kekayaan Irjen Helfi Assegaf dikuti dari e-LHKPN miliknya :
II. DATA HARTA
A. TANAH DAN BANGUNAN 1.800.000.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 105 m2/120 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 1.800.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 575.000.000
1. MOBIL, TOYOTA FORTUNER Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp. 275.000.000
2. MOBIL, TOYOTA FORTUNER Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp. 300.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 26.385.000
D. SURAT BERHARGA Rp. ----
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 1.250.000.000
F. HARTA LAINNYA Rp. ----
Sub Total Rp. 3.651.385.000
III. HUTANG Rp. ----
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 3.651.385.000
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com