Istana Golestan di Teheran, Iran yang masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO dilaporkan mengalami kerusakan usai serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Teheran, Minggu (1/3/2026).
Terletak di jantung distrik bersejarah Teheran, dekat Lapangan Arag, Istana Golestan dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan rudal di sekitar wilayah tersebut.
Melansir The Art Newspaper, Jumat (6/3/2026), UNESCO secara tegas mengutuk serangan AS-Israel dan serangan balasan Iran yang berakibat pada kerusakan warisan budaya di Iran tersebut. Tak lama setelah laporan dari Kementerian Warisan Budaya, UNESCO mengeluarkan pernyataan resmi pada Senin (2/3).
"Istana Golestan yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat puing-puing dan getaran keras setelah serangan udara AS dan Israel di lapangan Araq, yang berada di dekat area perlindungan situs tersebut di Teheran," tulis UNESCO.
Istana Golestan rusak akibat serangan Israel dan AS Foto: via REUTERS/Majid Asgaripour
|
Kepala komite pariwisata dewan Kota Teheran, Ahmad Alavi, mengatakan bahwa ledakan yang mengguncang alun-alun kota Araq tersebut cukup kuat hingga mampu mengangkat sebagian aspal dalam area itu.
Sejumlah fitur dekoratif dalam Istana Golestan dilaporkan sudah dibungkus bahan pelindung dan artefak-artefak di dalamnya dipindahkan ke tempat penyimpan untuk menghindari kemungkinan situasi yang lebih buruk.
6 Fakta Istana Golestan, Situs Warisan Dunia UNESCO:
1. Berusia 400 Tahun
Situs Warisan Dunia UNESCO ini dilaporkan sudah berusia kurang lebih 400 tahun. Istana ini sudah ada sejak Dinasti Safavid (1501-1736) dan pada perkembangannya mengalami perluasan wilayah pada masa pemerintahan Qajar (1794-1925). Berada di Jantung Kota Teheran, Istana Golestan dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2013.
2. Perpaduan Arsitektur Persia dan Barat
Menariknya, Istana Golestan memadukan arsitektur gaya Eropa dan Persia yang menjadi ciri khas seni dan arsitektur di Iran pada akhir abad ke-19. Penggabungan seni dan arsitektur Persia dengan gaya, motif, dan teknologi bangunan Eropa, Istana Golestan menjadi simbol kolaborasi sintesis timur-barat dalam seni monumental, tata letak, dan teknologi bangunan di Iran.
3. Tempat Kediaman Raja Dinasti Qajar
Melansir situs resmi UNESCO, kompleks istana ini dulunya dipilih sebagai tempat kediaman raja dan pusat kekuasaan oleh keluarga Qajar. Saat ini, bangunan Istana Golestan terdiri dari delapan struktur istana utama dan sebagian besar digunakan sebagai museum dan taman.
Istana Golestan menjadi saksi bisu kekuasaan dan perkembangan seni pada masa pemerintahan Dinasti Qajar abad 19, sehingga istana ini diakui sebagai bukti peradaban dari era Qajari.
4. Singgasana Merak yang Legendaris
Melansir Thairath, Istana Golestan dikenal juga sebagai Istana Bunga karena kata "golestan" dalam bahasa Persia berarti "bunga." Kata ini merujuk pada eksteriornya yang tersusun oleh ubin polikrom era Qajar yang menampilkan desain bunga, hewan, dan pemandangan dari kehidupan Persia.
Salah satu artefak paling berharga di Istana Golestan adalah Singgasana Merak atau Takht e-Tavous. Singgasana raja yang dihiasi oleh permata berharga seperti zamrud, rubi, dan berlian ini didesain berbentuk seperti ekor merak yang mengembang. Megahnya singgasana ini menjadi simbol kekuasaan tertinggi di Persia saat itu.
5. Pernah Jadi Gedung Tertinggi di Teheran
Melansir sebuah jurnal penelitian, Istana Golestan pernah menjadi gedung tertinggi yang pernah ada di Iran. Dibangun pada akhir abad 19, salah satu dari delapan bangunan gedungnya bernama Shams ol Emareh atau Gedung Matahari, dikenal sebagai gedung tertinggi di Iran pada masanya.
Gedung lima lantai ini menjadi struktur tertinggi di Istana yang difungsikan sebagai tempat para raja menikmati pemandangan kota. Gedung ini turut menampilkan jam besar yang didapat dari hadiah Ratu Victoria kepada Raja Iran.
6. Pusat Fotografi Pertama di Iran
Istana Golestan bukan sekadar tempat tinggal kerajaan, tetapi juga menjadi pusat peradaban seni Persia di Iran. Pada masa pemerintahan Naser al-Din Shah, Istana ini difungsikan sebagai studio film dan studio fotografi pertama di Iran.
Koleksi arsip fotonya dianggap sebagai salah satu yang terkaya di dunia untuk mendokumentasikan kehidupan sosial dan politik abad ke-19.








