TRIBUNPEKANBARU.COM - Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat.
Iran terus melakukan serangan ke Israel.
Baru-baru ini Iran menargetkan kedutaan Israel di ibu kota Bahrain, yakni Manama.
Namun rudalnya dihalau Arab Saudi.
Iran juga mengklaim menyerang kapal induk AS yang hendak mendekati Selat Hormuz.
Kompleks tersebut diketahui menjadi lokasi kedutaan Israel di Bahrain.
Namun, serangan tersebut tidak mencapai sasaran.
Laporan Reuters menyebutkan bahwa sebuah drone Iran berhasil dicegat dan dihancurkan sebelum menimbulkan kerusakan besar di sekitar kompleks tersebut.
Peristiwa ini terjadi di tengah memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Perang yang telah berlangsung selama sepekan ini mulai menyeret banyak negara di kawasan Timur Tengah ke dalam pusaran konflik.
Iran diketahui melancarkan serangan balasan terhadap berbagai target di negara-negara yang menampung pasukan maupun aset militer Amerika Serikat.
Akibatnya, sejumlah negara di kawasan Teluk kini berada dalam kondisi siaga tinggi.
Baca juga: Nuklir Teheran Bikin Khawatir, IAEA Sebut Iran Belum Terbukti Kembangkan Bom Nuklir
Di Arab Saudi, Kementerian Pertahanan setempat mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah.
Rudal tersebut dilaporkan dihancurkan di wilayah timur provinsi Al-Kharj yang berada di bagian tengah negara itu.
Meski demikian, pihak kementerian tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai asal rudal tersebut maupun potensi target yang dituju.
Sementara itu, situasi serupa juga terjadi di Qatar.
Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan bahwa pasukan pertahanan udara negara tersebut berhasil mencegat pesawat tak berawak yang menargetkan Pangkalan Udara Al Udeid di ibu kota Doha.
Pangkalan udara tersebut dikenal sebagai salah satu fasilitas militer utama yang menampung aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Profil Mojtaba, Putra Ayatollah Khamenei yang Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru
Sebelum serangan terjadi, otoritas Qatar sempat mengeluarkan peringatan kepada masyarakat mengenai meningkatnya ancaman keamanan.
Warga diminta untuk tetap berada di dalam rumah serta menjauhi jendela dan area terbuka.
Pada Kamis malam, beberapa ledakan juga dilaporkan terdengar di wilayah Doha, yang semakin meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.
Ketegangan yang terus meningkat ini juga mendapat perhatian dari negara-negara Eropa.
Para pemimpin Uni Eropa menyatakan dukungan kepada negara-negara Teluk yang menjadi sasaran serangan.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, bersama sejumlah pemimpin Eropa lainnya melakukan pertemuan dengan para pejabat Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) di Brussels.
Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin Eropa mengecam serangan Iran yang mereka sebut sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan terhadap negara-negara anggota GCC.
Situasi ini menunjukkan bahwa konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi meluas menjadi krisis regional yang melibatkan lebih banyak negara di Timur Tengah.
Para pengamat pun khawatir eskalasi konflik dapat terus meningkat jika tidak segera diupayakan langkah diplomasi untuk meredakan ketegangan.
( Tribunpekanbaru.com / Tribunnews )