PLN NP dan Geo Dipa Kerja Sama: Fokus Retrofit PLTP Dieng 1 dan Green Hydrogen
Cak Sur March 06, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat peran dalam mendorong energi bersih melalui kolaborasi strategis. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Joint Development Study Agreement (JDSA) bersama PT Geo Dipa Energi (Persero) atau GDE.

Penandatanganan ini dilakukan, untuk menyusun studi pengembangan bersama guna meningkatkan kinerja operasional pembangkit panas bumi.

Selain itu, kolaborasi ini membuka peluang pengembangan bisnis ketenagalistrikan berkelanjutan di masa depan.

Fokus Peningkatan Kinerja PLTP Dieng 1

Melalui studi tersebut, PLN NP dan GDE akan memulai langkah mendasar dengan memastikan aset panas bumi beroperasi semakin andal dan efisien. Fokus utamanya adalah kajian retrofit PLTP Dieng 1.

Langkah retrofit ini, ditargetkan mampu meningkatkan keandalan serta efisiensi pembangkit tersebut.

Kedua pihak juga menyiapkan fondasi untuk mengidentifikasi potensi pengembangan panas bumi berikutnya melalui pendekatan teknis dan bisnis yang terukur.

Berikut adalah poin-poin utama dalam ruang lingkup kerja sama strategis ini:

  • Kajian retrofit PLTP Dieng 1 untuk peningkatan keandalan dan efisiensi.
  • Identifikasi potensi pengembangan panas bumi di lokasi potensial lainnya.
  • Penguatan sektor teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
  • Pengembangan proyek panas bumi baru secara menyeluruh.
  • Inisiatif pengembangan green hydrogen berbasis energi panas bumi.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan peningkatan kinerja pembangkit.

"Penandatanganan JDSA ini, menjadi wujud komitmen PLN Nusantara Power untuk menghadirkan peningkatan kinerja operasional pembangkit secara terukur melalui kolaborasi strategis," ujar Ruly, Kamis (5/3/2026).

"Retrofit PLTP Dieng 1 kami dorong sebagai upaya peningkatan keandalan dan efisiensi, sekaligus membuka peluang pengembangan panas bumi di lokasi-lokasi potensial berikutnya," lanjutnya.

Inisiatif Green Hydrogen dan Transisi Energi

Kerja sama ini tidak berhenti pada urusan retrofit saja, melainkan juga mengarah pada pengembangan teknologi masa depan.

PLN NP dan GDE mulai melirik inisiatif green hydrogen berbasis energi panas bumi.

"Di saat yang sama, kami juga memperluas langkah menuju energi masa depan melalui inisiatif green hydrogen berbasis panas bumi sebagai bagian dari transformasi energi bersih nasional," tambah Ruly.

PLN NP menilai kolaborasi ini memiliki pijakan yang sangat kuat, karena dibangun dari kerja sama yang telah berjalan sebelumnya.

Dalam tiga tahun terakhir, kedua perusahaan telah merealisasikan kolaborasi melampaui produksi listrik (beyond kWh).

Setidaknya terdapat lebih dari delapan kontrak kerja sama di mana GDE memanfaatkan kompetensi PLN NP untuk mendukung kebutuhan operasional. Sinergi ini diharapkan mempercepat optimalisasi aset panas bumi serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Dengan adanya JDSA ini, PLN NP optimistis transisi energi hijau di Indonesia akan semakin cepat terlaksana melalui sinergi yang terukur dan berkelanjutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.