TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Aktivitas Mudik Lebaran 2026 melalui jalur laut di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah diperkirakan akan meningkat.
Sejumlah armada kapal telah disiapkan untuk mengangkut ribuan penumpang yang ingin pulang ke kampung halaman.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit mencatat, sementara ini terdapat 11 jadwal keberangkatan kapal (call) yang akan melayani angkutan laut Mudik Lebaran 2026.
“Untuk penyelenggaraan angkutan laut Lebaran di Pelabuhan Sampit tahun ini berjumlah sekitar 11 call, dari dua operator yakni PT Pelni Cabang Sampit dan PT Dharma Lautan Utama (DLU),” kata Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit, Gusti Muchlis, Jumat (6/3/2026).
Namun jumlah tersebut masih bersifat sementara. KSOP Sampit memperkirakan akan ada tambahan jadwal keberangkatan kapal dalam waktu dekat.
Saat ini PT Pelni mengoperasikan dua kapal, yakni KM Lawit dan KM Leuser. Sementara dari PT Dharma Lautan Utama menyiapkan KM Kirana III dan KM Dharma Rucitra VI.
Selain itu, satu kapal tambahan dari PT Pelni yakni KM Kelimutu direncanakan segera bergabung memperkuat armada mudik Lebaran tahun ini.
“Jadi existing ini sementara kami catat 11 call. Namun nanti ada penambahan, KM Kelimutu rencananya dua call, jadi berjumlah sekitar 13. Tanggal 9 rencana sudah melakukan sea trial untuk layar percobaan langsung ke Sampit,” ujar Muchlis.
Jika rencana tersebut terealisasi, maka total keberangkatan kapal selama periode angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit akan mencapai sekitar 13 call.
KSOP Sampit juga telah menyiapkan Posko Angkutan Laut Lebaran yang akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
Durasi ini lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berlangsung selama 22 hari.
Meski waktu operasional posko lebih pendek, jumlah penumpang justru diprediksi meningkat.
KSOP memperkirakan total penumpang yang akan dilayani mencapai sekitar 12.000 orang atau naik sekitar 12,8 persen dibandingkan tahun lalu.
Prediksi tersebut didasarkan pada tren penjualan tiket yang sudah mulai habis untuk sejumlah jadwal keberangkatan.
Informasi dari operator pelayaran menyebutkan, tiket kapal untuk keberangkatan tanggal 12, 14 hingga 18 Maret telah ludes terjual.
“Seluruh keberangkatan tersebut akan mengangkut penumpang sesuai kapasitas maksimal yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Untuk kapasitas kapal, armada PT Pelni mampu menampung sekitar 1.400 penumpang, sementara kapal milik PT DLU berkisar 700 penumpang sesuai dispensasi yang diberikan.
“Kami menghitung kapasitas terpenuhi semua sehingga ada kenaikan sekitar 12,8 persen dibanding tahun lalu,” ucap Muchlis.
Di sisi lain, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama menjelang arus mudik.
Baca juga: Puncak Arus Mudik Lebaran di Kalteng Diprediksi Dua Gelombang, Titik Rawan Kecelakaan Dipetakan
Baca juga: Pelni Tambah Dua Armada, Kapal Siap Angkut dan Layani Arus Mudik Lebaran 2026 di Sampit Kotim
KSOP Sampit telah melakukan uji petik atau ramp check terhadap seluruh kapal sejak akhir Februari lalu guna memastikan setiap armada dalam kondisi laik laut.
Selain itu, pihak pelabuhan juga terus memantau kondisi cuaca di perairan dengan berkoordinasi bersama BMKG sebelum kapal bertolak dari pelabuhan.
“Dengan persiapan yang matang sejak jauh-jauh hari, tentunya kami berharap agar arus mudik dari Pelabuhan Sampit tahun ini dapat berjalan lancar,” pungkasnya.