Laporan Wartawan Magang Rindu Venisa Valensia
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Memasuki pertengahan Ramadan, penjualan kue kering untuk persiapan Hari Raya Idulfitri di pasar depan basement Ramayana Department Store Pangkalpinang masih belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Para pedagang mengaku jumlah pembeli yang datang masih relatif sepi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pantauan di lokasi, Jumat (6/3/2026), berbagai jenis kue kering mulai dipajang di lapak-lapak pedagang. Toples berisi kue semprong, sagon, hingga getas tersusun rapi di meja jualan untuk menarik perhatian pengunjung pasar.
Meski pilihan kue yang dijual cukup beragam, aktivitas jual beli di kawasan pasar tersebut terlihat belum terlalu ramai. Beberapa pengunjung tampak datang untuk melihat-lihat kue yang dijual, namun belum banyak yang membeli dalam jumlah besar.
Martoni (43), pedagang kue yang telah berjualan di kawasan pasar tersebut selama puluhan tahun, mengatakan pergerakan pembeli sebenarnya sudah mulai terlihat. Ia mulai berdagang sejak masih remaja dan membuka lapak kue di lokasi itu hampir 20 tahun terakhir.
“Lumayanlah ada pergerakan orang-orang beli kue untuk persiapan lebaran, tapi belum terlalu ramai. Mungkin karena orang belum libur,” kata Martoni saat ditemui di lokasi.
Menurut Martoni, kondisi tersebut terasa berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Pada pertengahan Ramadan tahun lalu, pembeli sudah mulai ramai datang untuk membeli berbagai jenis kue kering sebagai persiapan menyambut lebaran.
“Kalau tahun kemarin di pertengahan puasa itu sudah mulai ramai. Sekarang masih agak redup,” ujarnya.
Ia memperkirakan lonjakan pembelian biasanya baru terjadi ketika masyarakat mulai menerima gaji atau tunjangan hari raya (THR). Pada waktu tersebut, aktivitas belanja di pasar umumnya meningkat.
“Biasanya sekitar seminggu sebelum lebaran baru mulai ramai. Kalau orang sudah terima gaji atau THR, pasar biasanya langsung ramai,” jelasnya.
Berbagai jenis kue kering yang dijual di kawasan tersebut masih didominasi oleh kue-kue tradisional yang sudah lama dikenal masyarakat. Kue semprong, sagon, dan getas menjadi jenis kue yang cukup banyak dicari pembeli menjelang lebaran.
Fatur Kanah (18), pedagang yang membantu usaha keluarganya di lapak tersebut, mengatakan kue semprong dan sagon termasuk jenis kue yang paling sering dicari pembeli.
“Kebanyakan yang dicari itu semprong sama sagon,” ujarnya.
Harga kue yang dijual pun bervariasi tergantung jenisnya. Kue semprong dijual sekitar Rp60 ribu per kemasan, sedangkan kue sagon dijual sekitar Rp30 ribu. Sementara itu, kue getas dijual dengan harga sekitar Rp70 ribu hingga Rp80 ribu.
Menurut Fatur Kanah, beberapa jenis kue mengalami kenaikan harga dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun kenaikannya tidak terlalu besar.
“Ada yang naik sekitar Rp10 ribu dari tahun kemarin,” katanya.
Kue-kue yang dijual pedagang di lokasi tersebut umumnya tidak diproduksi sendiri. Pedagang biasanya mengambil kue dari produsen atau agen untuk kemudian dijual kembali kepada pembeli di pasar.
Meski kondisi penjualan saat ini belum terlalu ramai, pedagang tetap berharap jumlah pembeli akan meningkat dalam beberapa hari ke depan, terutama ketika mendekati Hari Raya Idulfitri.
Pedagang memperkirakan puncak penjualan kue kering biasanya terjadi sekitar satu minggu sebelum lebaran, ketika masyarakat mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut hari raya.
“Harapannya tentu semoga makin ramai menjelang lebaran nanti,” kata Fatur Kanah. (mg3)