TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperingati Nuzulul Quran di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Jumat (6/3/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, peringatan turunnya Al-Qur’an tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai pengingat untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, khususnya semangat tolong-menolong dan kebersamaan.
“Di momen yang mulia ini, harus kita jadikan sebagai medium untuk memperkuat solidaritas. Di tengah dinamika global yang terjadi, tidak boleh tidak, kita harus memperkuat kebersamaan dan tandang bareng,” kata Ipuk.
Baca juga: Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak hingga 70 Persen
Ipuk menjelaskan, solidaritas merupakan bagian dari ajaran Al-Qur’an yang menekankan pentingnya gotong royong dan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat.
“Esensi dari peringatan Nuzulul Quran ini adalah menghayati kembali kandungan Al-Qur’an, utamanya untuk saling tolong-menolong dan bersolidaritas ini,” ujarnya.
Menurutnya, Banyuwangi ke depan menghadapi sejumlah tantangan, baik dari faktor internal maupun eksternal. Salah satunya adalah kebijakan efisiensi anggaran yang berpotensi berdampak pada sejumlah sektor publik.
Selain itu, dinamika global seperti konflik di beberapa wilayah dunia juga dapat mempengaruhi perekonomian global yang secara tidak langsung berdampak hingga ke daerah.
Karena itu, Ipuk mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan mencari solusi bersama.
Baca juga: Napi Lapas Banyuwangi Tulis Al-Qur’an Raksasa Setinggi 1 Meter, Rampung dalam 10 Bulan
“Mari kita tandang bareng. Saling mencaci tak bakal menjadi solusi. Justru bakal melahirkan persoalan baru. Duduk bersama pasti persoalan seberat apa pun akan mendapatkan jalan keluar terbaiknya,” ajaknya.
Peringatan Nuzulul Quran tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari ulama, tokoh masyarakat, hingga pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam serta Aparatur Sipil Negara (ASN) juga turut hadir.
Sejumlah ulama yang hadir di antaranya KH Muhaimin Asymuni, KH Toha Muntoha, KH Riza Azizy, dan KH Mardani Faruq dari Jember.
Baca juga: Kualitas Menu dan Sarana Tak Standar, BGN Tangguhkan 3 SPPG di Banyuwangi
Rangkaian acara diawali dengan khotmil Quran bil ghaib di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Pembacaan Al-Qur’an dilakukan oleh puluhan hafidzah (perempuan penghafal Al-Qur’an) dari berbagai wilayah Banyuwangi yang tergabung dalam Jamiyah Huffadzil Quran (JHQ) Banyuwangi.
Selain itu, khotmil Quran juga digelar oleh ASN Banyuwangi di berbagai kantor organisasi perangkat daerah (OPD), kantor kecamatan, hingga kantor kelurahan dan desa.
Dalam rangkaian peringatan tersebut, ASN Banyuwangi juga menggelar gerakan wakaf Al-Qur’an yang disalurkan ke sejumlah masjid di berbagai wilayah Banyuwangi.