Panic Buying Hingga 1 Km, Bahlil dan Pertamina Tegaskan Stok BBM Indonesia Masih Aman
Fitriadi March 07, 2026 06:03 AM

 

BANGKAPOS.COM -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan stok BBM Indonesia saat ini masih di atas batas aman standar nasional.

Demikian juga suplai BBM dari dalam dan luar negeri masih berjalan lancar.

Untuk itu Bahlil meminta masyarakat untuk tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) menyusul memanasnya situasi di Timur Tengah. 

Bahlil menegaskan bahwa impor bensin tidak dilakukan dari Timur Tengah, Amerika Serikat, maupun Afrika, tapi dari Malaysia dan Singapura.

Sehingga, Bahlil mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan.

Baca juga: Video: Warga Sungailiat Waswas dan Panik Terjadi Kelangkaan BBM Akibat Konflik Iran-AS

"Jadi enggak perlu ada panik, enggak perlu. Suplai lancar," kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/3/2026).

Penegasan Bahlil ini merespons fenomena antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai daerah akibat kekhawatiran dampak perang di Timur Tengah.

Ia menjelaskan, kapasitas tempat penyimpanan (storage) minyak Indonesia sejak dulu memang hanya menampung pasokan selama 25 hari.

Saat ini, kata Bahlil, realisasi stok yang tersedia berada di angka 23 hari, masih di atas batas aman standar nasional.

"​Nah, standar minimal ketersediaan kita itu untuk standar nasional minimal harus di atas 20 hari. Sekarang minyak kita 23 hari. Jadi itu artinya bahwa standar kepemilikan kita, minyak kita itu aman," tegasnya. 

Bahlil merinci kondisi per jenis bahan bakar.

Untuk Solar, ia memastikan produksi dalam negeri sudah mampu memenuhi kebutuhan secara penuh.

Produksi tersebut, menurut dia, berjalan terus-menerus sehingga stok tidak hanya bergantung pada cadangan 20 hari, melainkan disuplai secara kontinyu.

Sementara untuk bensin, Bahlil menegaskan bahwa impor tidak dilakukan dari Timur Tengah, Amerika Serikat, maupun Afrika.

"Impor bensin kita itu dari Singapura sama Malaysia, dan sebagian kita bangun industri kilang kita dalam negeri," kata Bahlil.
 
Karena itu, Bahlil mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan isu liar atau misinformasi yang menyebutkan Indonesia akan kehabisan BBM akibat perang.

"Jadi insyaAllah sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi kita aman. Sekali lagi saya katakan aman. Jadi enggak perlu (panik), jangan dengar ada provokasi-provokasi atau misinformasi yang keliru," tegasnya.

Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman

Hal serupa ditegasjan Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun.

Ia memastikan pasokan BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali. 

Menurut dia pasokan operasional yang dimaksud Menteri ESDM sebelumnya merupakan pasokan BBM yang disimpan dan sudah memenuhi kapasitas penimbunan BBM secara nasional yang akan disalurkan kepada masyarakat.

Meski demikian, jumlah pasokan tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui atau dipenuhi kembali sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat.

"Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional," kata Roberth dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).

Sementara itu, stok tersebut dipastikan oleh Roberth akan terus dilakukan pembaruan baik melalui suplay di kilang, atau melalui impor yang dipesan sejak jauh hari.

Atas hal itu, dia meminta kepada publik untuk tidak perlu khawatir soal ketersediaan BBM nasional.

"Stok ini terus dilakukan top-up / re-fill atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin berkala juga dilakukan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM," kata Roberth.

Roberth menambahkan, Pertamina Patra Niaga memiliki sistem pengelolaan rantai pasok energi yang terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai wilayah Indonesia. 

Sistem ini memastikan ketersediaan energi tetap terjaga dan dapat diakses masyarakat secara merata.

Menanggapi dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

Kata dia, setidaknya ada beberapa poin yang dilakukan Pertamina sebagai opsi menjaga pasokan BBM tetap aman untuk masyarakat, terutama diversifikasi pasokan impor.

"Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan situasi global dan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, antara lain melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan," jelas Roberth. 

Untuk diketahui, saat ini di sejumlah daerah terpantau terjadi antrean kendaraan yang mengular di berbagai SPBU. 

Fenomena panic buying ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat akan potensi kelangkaan stok BBM imbas memanasnya situasi konflik antara Israel-Amerika Serikat dengan Iran.

Panic Buying di Bangka Belitung

Panic buying BBM juga terjadi di beberapa daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di antaranya Kota Pangkalpinang dan Sungailiat Kabupaten Bangka dalam dua hari ini.

Namun Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menegaskan ketersediaan BBM dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), termasuk Bangka Belitung, tetap terjaga selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 2026.

Langkah mitigasi telah dilakukan dengan menambah stok (build up) di seluruh wilayah operasional guna mengantisipasi lonjakan konsumsi pada periode mudik Lebaran.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa distribusi dari terminal hingga ke pangkalan resmi berjalan tanpa kendala.

"Kami terus memastikan ketersediaan BBM dan LPG di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Distribusi dari terminal hingga ke SPBU dan pangkalan resmi berjalan lancar, dan kami melakukan monitoring secara intensif untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," kata Rusminto kepada Bangkapos.com, Jumat (6/3/2026).

Rusminto mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab.

Monitoring intensif terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menjaga kelancaran di lapangan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Ketersediaan BBM dan LPG terjamin, dan penyalurannya dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan masyarakat," kata Rusminto. 

Berdasarkan pantauan tim Bangkapos.com di lapangan pada Jumat siang, terdapat perbedaan situasi yang cukup signifikan di dua wilayah utama Pulau Bangka.

Antrean di SPBU Parit Padang, Sungailiat, terpantau mulai melandai pasca-sholat Jumat.

Jika sehari sebelumnya antrean mengular hingga 1 kilometer ke jalan raya, kini barisan kendaraan motor dan mobil tertata lebih rapi di dalam area gerbang.

Rafi, warga Sungailiat, mengaku sempat terkejut dengan keramaian di SPBU namun akhirnya sadar bahwa stok sebenarnya tersedia.

“Awalnya lumayan panik, karena ampere itu udah merah, jadi habis Jumatan tadi langsung kesini. Tapi sebenarnya memang enggak langka, itu mobil tankinya ada terus ngisi,” kata Rafi.

Berbeda dengan Sungailiat, beberapa SPBU di Pangkalpinang diserbu warga.

Antrean sepeda motor diperkirakan mencapai 100 meter dengan waktu tunggu mencapai satu jam.

Fenomena ini diduga dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap isu konflik Timur Tengah dan ketahanan energi nasional.

Aldi, seorang pengemudi ojek online, mengeluhkan dampak antrean ini terhadap pendapatannya.

“Setelah ada pernyataan soal stok BBM hanya cukup sekitar 20 hari, banyak orang jadi panik. Takutnya nanti ada orang yang menimbun BBM untuk dijual kembali dengan harga lebih mahal,” tutur Aldi.

Dodi, seorang pekerja di Pelabuhan Pangkalbalam, juga mengonfirmasi bahwa pasokan dari pusat sebenarnya lancar.

“Kalau dari kerjaan saya di pelabuhan, mobil tangki minyak dari Pertamina masih mondar-mandir. Jadi sebenarnya minyak tidak sulit. Harusnya yang ngerit itu dihentikan dulu sementara,” tegas Dodi.

(Tribunnews.com/Fersianus Waku)
(Bangkapos.com/Mg2, Andini Dwi Sulistyo, Arya Bima Mahendra)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.