BANGKAPOS.COM -- Bos rokok HS Muhammad Suryo meminta maaf terkait kasus kecelakaan hingga berjanji beri beasiswa untuk korban.
Peristiwa kecelakaan lalu lintas di wilayah Kulon Progo, Yogyakarta, yang melibatkan pengusaha rokok HS, Muhammad Suryo, meninggalkan duka mendalam.
Insiden tersebut tidak hanya merenggut nyawa sang istri, tetapi juga menyebabkan beberapa orang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Baca juga: Bensin Eceran di Pangkalpinang Kosong, Sejumlah Pertamini Tutup dan Pasang Tulisan Bensin Habis
Di tengah kondisinya yang masih menjalani perawatan intensif, Muhammad Suryo menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada korban kecelakaan melalui panggilan video.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut, termasuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta menjamin masa depan anak korban.
Berikut rangkuman kronologi kecelakaan hingga sosok Muhammad Suryo di balik peristiwa tersebut, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada Minggu (1/3/2026) sore di Jalan Wates–Purworejo, tepatnya di kawasan Palihan, Temon, Kulon Progo.
Saat kejadian, Muhammad Suryo mengendarai motor gede (moge) Harley Davidson bersama istrinya, Anis Syarifah.
Kendaraan yang mereka tumpangi diduga menabrak sepeda motor Jupiter MX yang dikendarai oleh seorang ayah bersama anaknya.
Akibat kecelakaan tersebut, Anis Syarifah meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara Muhammad Suryo mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di Jogja International Hospital.
Pengendara motor Jupiter MX, yakni Abdullah dan anaknya Deva, juga mengalami luka-luka dan harus dirawat di RSUD Wates.
Meski masih menjalani perawatan setelah menjalani operasi, Muhammad Suryo tetap berupaya menyampaikan permohonan maaf kepada korban.
Ia melakukan panggilan video kepada Abdullah dari ruang perawatan rumah sakit.
Momen tersebut kemudian diunggah oleh artis Erick Estrada pada Selasa (3/3/2026).
Dalam video yang beredar, Suryo dan Abdullah terlihat sama-sama masih mengenakan pakaian operasi dan terbaring di tempat tidur rumah sakit. Keduanya saling menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.
"Saya minta maaf ya Pak kalau ada salah ya," ucap Suryo.
"Sama-sama Pak. Saya juga mohon maaf ya Pak," jawab Abdullah.
"Kalau istriku ada salah, aku mohon maaf ya Pak," lanjut Suryo meminta maaf atas almarhum istrinya.
Pengusaha asal Lampung itu juga mengungkapkan harapannya agar hubungan baik dengan keluarga korban tetap terjalin.
"Pokoknya saya mulai hari ini kekeluargaan sama jenengan ya," terang Suryo lagi.
"Iya Pak, terima kasih Pak, matur suwun Pak," jawab Abdullah menyambut baik itikad Suryo.
"Saya kehilangan istri atas kejadian ini, sehingga kita menjalin silaturahmi keluarga ya Mas," jelas Suryo lagi.
Percakapan tersebut memperlihatkan bahwa kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan kecelakaan tersebut secara kekeluargaan.
Selain menyampaikan permohonan maaf melalui panggilan video, keluarga Muhammad Suryo juga datang langsung menemui keluarga korban di Wates.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Suryo menyatakan kesediaannya untuk menanggung seluruh biaya pengobatan Abdullah dan anaknya hingga sembuh.
Tidak hanya itu, pengusaha tersebut juga berkomitmen untuk menjamin masa depan anak korban.
Dikutip dari Tribun Jogja, Muhammad Suryo bahkan berencana memberikan beasiswa penuh kepada Deva hingga menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Pada kesempatan yang sama, keluarga Suryo juga menyerahkan santunan uang tunai serta satu unit sepeda motor baru kepada Abdullah sebagai pengganti kendaraan yang rusak akibat kecelakaan.
Langkah tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab atas kerugian materiil yang dialami korban.
Muhammad Suryo dikenal sebagai pengusaha yang membangun bisnisnya dari bawah. Ia merupakan pria kelahiran Lampung Timur.
Saat ini, Suryo menjabat sebagai CEO Surya Group Holding Company sekaligus pendiri merek rokok HS.
Masa kecil hingga masa SMA ia habiskan di Lampung sebelum keluarganya kemudian pindah ke Bengkulu.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di UPN Veteran Yogyakarta dengan mengambil jurusan Agribisnis.
Perjalanan bisnisnya dimulai dari usaha kecil. Ketika masih tinggal di Yogyakarta, ia pernah menjalankan usaha depot air isi ulang.
Seiring berjalannya waktu, Suryo kemudian mengembangkan bisnisnya ke berbagai sektor, mulai dari konstruksi, migas, hingga properti. Puncaknya, ia merintis industri rokok melalui merek HS.
Pada tahun 2024, ia mendirikan pabrik rokok HS di Muntilan, Magelang. Pada awal berdiri, pabrik tersebut hanya mempekerjakan sekitar 30 pekerja linting.
Namun dalam waktu relatif singkat, perusahaan tersebut berkembang pesat hingga mampu menyerap ribuan tenaga kerja.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah perekrutan tenaga kerja secara inklusif, tanpa mensyaratkan ijazah tinggi, usia tertentu, ataupun pengalaman kerja, selama calon pekerja memiliki kemauan untuk belajar.
(Surya.co.id/Tribunnews/Bangkapos.com)