TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Warga Kelurahan Plarangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, berharap Jembatan Kalongbali yang putus dapat segera diperbaiki.
Fondasi jembatan Sungai Karanganyar itu kini hanya tersisa sebagian.
Sementara, sebagian lain ambrol dan sisa fondasinya masih berada di dasar sungai.
Rasino (50), warga setempat menyampaikan, jembatan tersebut putus saat terjadinya banjir besar pada November 2024 lalu.
Selain jembatan putus, waktu itu, tanggul masjid yang berada di dekat lokasi turut jebol.
Bahkan, air sungai meluap hingga mencapai teras rumahnya yang berjarak sekitar 200 meter dari jembatan.
Baca juga: Gerakan Pangan Murah di Pendopo Kebumen, Wulan Terbantu Harga Murah
Menurutnya, Jemebatan Kalongbali cukup vital karena menjadi penghubung antardesa, bahkan kecamatan.
Dia dan warga lain kini terpaksa memutar melewati jembatan lain di sisi utara, dengan jarak lumayan jauh, sekitar 1 km untuk bisa sampai ke jalan raya.
"Harapannya, secepatnya (jembatan) dibangun," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (6/3/2026).
Warga lain, Sukardi (67) mengatakan, terpaksa memutar cukup jauh untuk mengantar anak ke sekolah ataupun hendak pergi ke sawah.
Dia pun berharap, jembatan putus itu segera diperbaiki sehingga dapat membantu aktivitas warga sekitar.
"Sejak jembatan putus, aktivitas warga terganggu, orang jalannya mutar muter ke sana," katanya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Udy Cahyono mengatakan, Jembatan Kalongbali merupakan satu dari lima jembatan yang diusulkan mendapatkan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana ke BNPB.
"Tahun ini, (jembatan rusak) diusulkan semua. Ini tahapannya sedang menyiapkan dokumen dan RAB (rencana anggaran belanja)," katanya.
Baca juga: Kampanyekan Geopark Kebumen, Sahabat Bumi Buka Kelas Sekolah Bumi
Empat jembatan lain yang turut mengalami kerusakan akibat bencana adalah:
Udy mengatakan, kerusakan jembatan akibat bencana itu di antaranya ambles sebagian, fondasi tergerus arus sungai, serta patah bagian tengah. (*)