TRIBUNJATIM.COM - Tengah viral di media sosial video suami masukkan istri yang sehat ke RSJ atau rumah sakit jiwa.
Dalam video yang viral di akun Instagram @moodindo.news, si istri tampak di diikat di atas sebuah kasur Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Ibu si istri mempertanyakan mengapa sang anak yang mengenakan pakaian berwarna pink dan celana pendek itu berada di rumah sakit jiwa.
Saat video tersebut diambil, anaknya tengah dalam posisi diberikan pembatasan gerak atau restrain oleh pihak rumah sakit.
Ia pun bersikukuh bahwa putrinya sama sekali tidak mengidap gangguan kejiwaan, tetapi dimasukkan ke RSJSH oleh suaminya.
Baca juga: TKW Cuma Dapat Rp 12 Juta 9 Tahun Kerja hingga Dimasukkan ke RSJ, Tiap Bulan Dipaksa Tanda Tangan
"Seorang ibu marah-marah karena anaknya yang sehat mentalnya dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa oleh menantunya yang menjadi suami korban," tulis keterangan unggahan akun tersebut, dikutip Jumat (6/3/2026), melansir dari Kompas.com.
Beberapa petugas pun terlihat menghalangi sang ibu untuk mengambil video mengenai kondisi anaknya.
Dalam keterangan video yang sama, sang ibu menjelaskan bahwa anaknya sempat memiliki masalah rumah tangga dengan suaminya yang bermula dari permasalahan di kantor.
Namun, cekcok rumah tangga dengan suaminya justru membuat sang wanita dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa.
"Pelaku info ke mertuanya mau membawa istrinya yang sakit berobat ke rumah sakit bagus. Ternyata istrinya dibawa ke rumah sakit jiwa dengan keterangan palsu sudah satu bulan," tulis akun tersebut.
Sebuah tangkapan layar yang diklaim merupakan percakapan sang suami dengan keluarganya menunjukkan bahwa sang suami ingin memasukkan istrinya ke RSJSH selama satu tahun juga terungkap.
Sang suami juga sempat menyinggung perihal dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut adalah rekan sekolahnya semasa SMA dahulu.
Sang istri disebut sempat meminta bantuan kepada satpam rumah sakit dengan menulis surat di secarik kertas, meminta agar satpam tersebut menghubungi ibu dan keluarganya.
Namun, satpam itu justru menyerahkan surat itu kepada sang suami dan berujung pada wanita tersebut dimasukkan ke dalam ruang perawatan RSJSH.
Menanggapi beredarnya video viral itu, pihak Rumah Sakit (RS) Soeharto Heerdjan akhirnya buka suara.
Pihak rumah sakit memberikan klarifikasi mengenai prosedur penanganan pasien yang terekam dalam video tersebut.
"Menanggapi beredarnya video yang memperlihatkan tindakan pengikatan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Soeharto Heerdjan serta berbagai komentar yang muncul di masyarakat terutama di media sosial. Kami memahami bahwa hal tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan," tulis keterangan resmi RS Soeharto Heerdjan dalam akun Instagram @rs_soehartoheerdjan, dikutip Jumat.
Pihak rumah sakit mengeklaim bahwa seluruh penanganan pasien telah melalui proses pemeriksaan.
"Sebelum menentukan tindakan medis, tim tenaga kesehatan telah melakukan skrining dan assesmen terhadap kondisi pasien sesuai dengan prosedur pelayanan yang berlaku," ungkap pihak rumah sakit.
Baca juga: Pilu Korban Pelecehan Kakek di Malang Sampai Berkali-kali Masuk RSJ, Keluarga Gelar Demo Saat Sidang
Terkait posisi sang wanita yang tampak diikat dalam video tersebut, RS Soeharto Heerdjan menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan prosedur medis yang wajar yaitu restrain.
"Tindakan pengikatan pasien dalam pelayanan medis dikenal dengan istilah restrain, yaitu pembatasan gerak yang dilakukan untuk melindungi pasien maupun orang lain dari potensi tindakan yang dapat membahayakan, serta dilakukan tanpa menyakiti pasien," jelasnya.
Pihak RSJSH juga memastikan bahwa tindakan pengekangan itu tidak dilakukan secara sembarangan dan telah mengikuti standar operasional prosedur dengan mengutamakan keselamatan pasien.
"Pelaksanaan restrain dilakukan atas rekomendasi Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), dalam hal ini dokter spesialis psikiatri, dengan mempertimbangkan kondisi medis pasien," sambungnya.
Alat yang digunakan untuk mengikat sang wanita juga diklaim aman karena merupakan alat khusus medis dan digunakan oleh tenaga kesehatan yang terlatih.
"Perlu kami sampaikan bahwa tindakan restrain merupakan bagian dari prosedur medis yang juga diterapkan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan pasien dengan kondisi tertentu, dengan tujuan utama menjaga keselamatan pasien dan lingkungan sekitarnya," paparnya.
Baca juga: Alasan Yuni Mantan Polwan Dulu Dipecat, Kini Kritik Kinerja Polri, Pernah Dirawat di RSJ
Menutup keterangannya, pihak RS Soeharto Heerdjan mengaku memaklumi reaksi keras publik terhadap potongan video yang beredar luas tersebut.
"Kami memahami bahwa setiap tindakan medis yang terlihat di luar konteks dapat menimbulkan kekhawatiran. Oleh karena itu, Rumah Sakit Soeharto Heerdjan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang aman, manusiawi, dan profesional, serta mengutamakan keselamatan dan martabat pasien," tulis pihak rumah sakit.
Meski telah memberikan penjelasan, pihak RS Soeharto Heerdjan tidak menyinggung perihal hasil tes atau diagnosis kejiwaan sang wanita, yang sebelumnya diklaim sepenuhnya sehat secara mental oleh sang ibu.
Adapun, tim redaksi telah mencoba mendatangi langsung Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan pada Jumat pagi, tetapi pihak rumah sakit belum dapat ditemui dengan alasan butuh surat dan administrasi untuk wawancara.
Pantauan TribunJatim.com, unggahan terkait peristiwa ini pun ramai komentar dari warganet. (Ridho Danu Prasetyo)