Meski Diguyur Hujan, Warga Bener Meriah Tetap Bertahan Antre BBM di SPBU
Mawaddatul Husna March 06, 2026 05:52 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Antrean panjang kendaraan masih memadati Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pante Raya, Kabupaten Bener Meriah pada Jumat (6/3/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, kepadatan kendaraan telah berlangsung sejak pagi hari dan belum menunjukkan tanda-tanda terurai hingga menjelang sore.

Kondisi tersebut berdampak pada arus lalu lintas di sekitar SPBU yang mengalami kemacetan.

Penumpukan kendaraan terjadi akibat volume unit yang datang jauh melebihi kapasitas pelayanan operator serta daya tampung badan jalan di area tersebut.

Sementara wartawan TribunGayo.com mencoba mengikuti antrean untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) sepeda motor di SPBU tersebut usai melaksanakan shalat jumat guna memastikan situasi di lapangan.

Pada awalnya, barisan kendaraan belum terlalu panjang, namun berselang 30 menit kemudian, antrean terlihat terus memanjang hingga memakan badan jalan raya.

​Ditengah proses mengantre, situasi sempat diwarnai cuaca buruk saat hujan tiba-tiba turun membasahi lokasi. 

Para pengendara sepeda motor terlihat bergegas mengenakan jas hujan atau menggunakan payung.

Namun banyak pula pengendara yang tidak membawa persiapan dan memilih untuk tetap mengantre meski dalam kondisi hujan-hujanan.

​"Sudah lama mengantre, tidak apa-apalah hujan," ujar salah seorang pengendara yang tetap bertahan di barisan. 

Meski hujan turun semakin deras, tidak terlihat satu pun pengendara sepeda motor yang meninggalkan barisan. 

Mereka memilih tetap bertahan demi mendapatkan pasokan bahan bakar minyak ditengah kondisi antrean yang cukup menguras waktu tersebut.

Panic Buying Landa Bener Meriah

Diketahui, aksi borong BBM (panic buying) melanda Kabupaten Bener Meriah ini menyusul pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait ketahanan stok BBM nasional. 

Meski Bahlil menyatakan stok aman untuk 20 hari ke depan, informasi tersebut justru ditangkap berbeda oleh masyarakat yang khawatir akan dampak konflik di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil pada Senin (2/3/2026) di Istana Presiden, merespons ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. 

Alih-alih menenangkan, isu cadangan energi ini memicu kekhawatiran warga akan terjadinya kelangkaan dalam waktu dekat.

Pantauan di lapangan sejak kemarin hingga hari ini menunjukkan warga terus memadati area pengisian bahan bakar di SPBU Pante Raya.

Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang terlihat mengular hingga ke bahu jalan raya.

Tak hanya di SPBU dan Pertashop, pedagang BBM eceran jenis Pertamax turut diserbu warga, yang didominasi kaum ibu-ibu.

Para pembeli terlihat membawa jeriken hingga kantong plastik untuk menampung BBM.

Pertamina: Informasi Kekosongan BBM Hoaks

Dalam klarifikasi via telepon pada Kamis (5/3/2026) Pertamina memastikan proses penyaluran energi ke wilayah Bener Meriah tetap berjalan normal tanpa kendala.

Hingga saat ini, belum ada instruksi atau perubahan regulasi penyaluran dari Pertamina Patra Niaga (PPN).

Kemudian ia menegaskan bahwa operasional di SPBU masih berlangsung seperti biasa dan meminta masyarakat tidak terjebak informasi yang menyesatkan.

Klarifikasi ini sejalan dengan pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya meluruskan isu terkait ketahanan stok BBM nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Bahlil menekankan bahwa narasi stok nasional hanya cukup untuk 20 hari bukan merupakan tanda kondisi darurat, melainkan gambaran kapasitas daya tampung (storage) yang dimiliki Indonesia saat ini. 

​Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak jelas sumbernya.

Warga diminta tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru berpotensi memicu antrean panjang yang tidak perlu di lapangan. 

Pemerintah memastikan bahwa informasi resmi mengenai ketersediaan energi akan terus disampaikan melalui kanal komunikasi berwenang. (*)

Baca juga: Hingga Hari Ini Antrean Kendaraan Masih Panjang di SPBU Bener Meriah Meski Stok BBM Aman

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.