Laporan wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM - Hingga kini, kelangkaan gas elpiji 3 kg masih terjadi di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Bahkan kelangkaan makan meluas, dari awalnya hanya di kawasan timur, kini merata di semua wilayah.
Baca juga: 2 Minggu Alami Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Masyarakat Kawasan Timur Tulungagung Keliling Kampung
Kesulitan mendapatkan gas bersubsidi ini mulai dirasakan warga hampir satu bulan belakangan.
Jumlah kiriman ke pangkalan juga mengalami penyusutan, sehingga menyulitkan warga mendapatkan gas elpiji 3 kg.
Seperti yang diungkapkan salah satu pemilik toko yang juga pangkalan gas, Erda Septania, di Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang.
"Pengiriman tetap rutin setiap minggu, namun jumlahnya dikurangi," ujarnya.
Biasanya dalam satu minggu, Erda mendapatkan kiriman 25 tabung.
Namun, kini berkurang jadi 20 tabung.
Bahkan pada Jumat (6/3/2026), jumlah kiriman tabung berkurang hanya diberi 17 saja.
Dengan jumlah yang terbatas, gas elpiji 3 kg habis terjual 3-4 hari saja.
Artinya, 3-4 hari berikutnya, gas elpiji 3 kg kosong sampai jadwal pengiriman selanjutnya.
"Saya tanyakan ke agen. Agen mengaku juga dibatasi pengiriman tabungnya," tambah Erda.
Meski stok berkurang, namun harga tetap sama, tidak ada kenaikan.
Erda tidak mendapat penjelasan pasti, sampai kapan pengurangan kiriman tabung gas ini terjadi.
Langkanya gas elpiji 3 kg dimanfaatkan oleh satelit, pihak pangkalan yang memasok ke para pengecer.
Satelit ini biasanya menggunakan mobil, mengangkut tabung gas 3 kg dari kampung ke kampung.
Mereka hanya melayani toko, tidak melayani pembelian eceran.
Misalnya di wilayah Kecamatan Boyolangu, ada satelit yang menjual elpiji 3 kg seharga Rp20.000.
Harga ini sudah di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp18.000 per tabung.
Pengecer yang membeli gas dari satelit ini akan menjual Rp22.000 per tabung.
"Saya tidak berani beli, karena harga jualnya sudah terlalu tinggi. Kasihan nanti yang membeli," ucap seorang pengecer di Desa Sobontoro.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, sudah menangani kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Tulungagung dan Blitar.
Hasil pengecekan lapangan saat itu, kelangkaan disebabkan konsumsi yang meningkat saat memasuki Bulan Ramadan.
Ada indikasi pembelian dari luar Tulungagung dan Blitar, sehingga berdampak pada stabilitas stok.
Sebanyak 33.000 tabung tambahan disalurkan di Kabupaten Tulungagung, 32.000 tabung di Kabupaten Blitar, dan 6.000 tabung untuk Kota Blitar.
Berdasar hasil sidak, Pertamina Patra Niaga kembali memberikan penyaluran tambahan (extra dropping) 6.000 untuk Kota Blitar dan 34.000 untuk Kabupaten Blitar.
Namun, ternyata kelangkaan masih dirasakan oleh masyarakat.