TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Telkom Indonesia Dian Siswarini memulai transformasi TLKM 30 di Jakarta dengan merestrukturisasi 66 anak usaha menjadi 20 entitas guna menciptakan organisasi yang lebih progresif.
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan disrupsi digital yang bergerak cepat melalui strategi penataan portofolio perusahaan agar lebih responsif terhadap kebutuhan pasar yang dinamais.
Saat ini, perusahaan pelat merah tersebut menaungi 66 anak perusahaan, namun akan segera ditata ulang menjadi 20 entitas strategis guna memangkas alur birokrasi dan tumpang tindih operasional.
"Melalui TLKM 30, Telkom menjalankan agenda transformasi lima tahun menuju 2030 untuk melipatgandakan nilai perusahaan secara signifikan. Fokus utamanya adalah merombak cara perusahaan beroperasi dan menata kembali struktur aset agar jauh lebih efisien,” tutur Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Dian Siswarini, dalam siaran pers, Jumat (6/3/2026).
Agenda transformasi tersebut bertumpu pada empat pilar utama, yakni Operational & Service Excellence, Streamlining, Strategic Holding, dan Unlocking Value terhadap seluruh infrastruktur digital secara terintegrasi.
Selain penataan organisasi, Telkom juga menyelaraskan seluruh pelaporan keuangan berstandar global sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab integritas kepada para pemangku kepentingan.
Perusahaan menekankan bahwa transformasi ini tidak hanya fokus pada adopsi teknologi terdepan, tetapi juga pembangunan budaya perusahaan yang transparan guna meningkatkan kepercayaan investor dunia.
"Transformasi yang dilakukan bukan saja bagaimana kami menggunakan teknologi yang terdepan, tapi juga bagaimana kami mempunyai culture yang tepat dan transparan sehingga bisa memberikan assurance bagi semua stakeholder kami,” urai Dian lebih lanjut.
Baca juga: Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Dampaknya Bisa Langsung ke Kantong Masyarakat
Melalui pilar Strategic Holding, setiap anak perusahaan kini diberikan ruang gerak profesional yang lebih luas agar mampu memberikan layanan digital tanpa hambatan administratif yang rumit.
Dengan sistem yang lebih sehat, Telkom memproyeksikan optimalisasi seluruh portofolio infrastrukturnya untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia menuju tahun 2030.
Restrukturisasi puluhan anak usaha ini merupakan bagian dari peta jalan strategis perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat posisi Telkom dalam persaingan ekonomi digital global.