TRIBUNBANTEN.COM - Umat muslim memasuki puasa hari ke-18 pada Minggu, 8 Maret 2026.
Di hari ke-18 Ramadhan 2026, terdapat bacaan doa yang bisa dipanjatkan untuk memohon hati diterangi oleh cahaya Ilahi.
Hikmah berdoa di bulan Ramadhan 2026 dapat terlihat dari perubahan sikap seseorang setelah menjalani ibadah dengan penuh kesungguhan.
Doa membantu menumbuhkan rasa tawakal, yaitu sikap berserah diri kepada Allah setelah melakukan usaha terbaik.
Sikap ini memberikan ketenangan hati karena seseorang percaya bahwa segala sesuatu berada dalam rencana yang telah ditetapkan oleh Allah.
Selain memberikan ketenangan batin, doa juga menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari bimbingan Ilahi.
Memasuki hari ke-18 bulan Ramadhan 1447 Hijriah yaitu pada Minggu, 8 Maret 2026, berikut ini bacaan doa yang bisa dipanjatkan, seperti dikutip dari akun facebook resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Doa Hari ke-18 Ramadhan 2026/1447 Hijriah
اَللَّهُمَّ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ وَ نَوِّرْ فِيْهِ قَلْبِيْ بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ وَ خُذْ بِكُلِّ أَعْضَائِيْ إِلَى اتِّبَاعِ آثَارِهِ بِنُوْرِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوْبِ الْعَارِفِيْنَ
"Allahumma nabbihni fihi libarakati asharihi wa nawwir fihi qalbi bidhiyai anwarihi wa khudz bikulli a'dhai ilat tiba'I atsarihi binurika ya munawwiral qulubi arifin"
Artinya:
"Ya Allah sadarkanlah aku untuk mengetahui berkat yang ada pada waktu sahur. Terangilah hatiku dengan cahaya-Mu yang lembut. Jadikanlah seluruh anggota badanku dapat mengikuti cahaya itu. Wahai Penerang hati sanubari"
Hikmah Berdoa di Bulan Ramadhan
Hikmah berdoa di bulan Ramadhan sangat luas dan menyentuh berbagai aspek kehidupan.
Secara spiritual, doa memperkuat iman dan keyakinan bahwa setiap urusan berada dalam kuasa Allah SWT.
Ketika seseorang berdoa dengan penuh kesungguhan, ia belajar berserah diri dan mempercayakan hasil terbaik kepada-Nya.
Secara psikologis, berdoa memberikan ketenangan batin.
Dalam suasana Ramadhan yang penuh ibadah, hati menjadi lebih lembut dan mudah tersentuh.
Doa membantu mengurangi kecemasan, menumbuhkan optimisme, serta menghadirkan rasa syukur atas nikmat yang telah diterima. Kondisi ini berdampak positif pada kesehatan mental dan emosional seseorang.
Dari sisi sosial, doa di bulan Ramadhan menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap sesama.
Ketika seseorang mendoakan orang lain, ia turut merasakan penderitaan dan harapan mereka.
Ramadhan menjadi momentum memperkuat solidaritas, berbagi rezeki, serta mempererat tali silaturahmi.
Berdoa juga mengajarkan konsistensi dalam beribadah.
Ramadhan 2026 dapat menjadi titik awal perubahan diri menuju kebiasaan yang lebih baik, termasuk membiasakan diri untuk selalu memulai aktivitas dengan doa dan mengakhiri hari dengan rasa syukur.
(*)