Menteri LH Hanif Faisol Dorong Bojonegoro Segera Jadi Kota Bersih Lewat Pengelolaan Sampah
Sudarma Adi March 07, 2026 02:14 AM

Laporan Wartawan Tribunjatim Network Misbahul Munir

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, meminta Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mempercepat upaya penanganan sampah agar daerah tersebut mampu meraih predikat kota bersih.

Hal itu disampaikan Hanif saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (6/3/2026).

Hanif mengatakan Presiden telah meminta seluruh kepala daerah di Indonesia untuk mengambil langkah nyata dalam mengatasi persoalan sampah.

Baca juga: Kelewatan, Maling di Bojonegoro Sikat Celengan Siswa TK, Total Ada 19 Siswa yang Jadi Korban

Teknologi Termutakhir: Pemilahan dari Sumber

Menurut dia, upaya tersebut tidak bisa dilakukan secara simbolis, melainkan harus berjalan secara berkelanjutan.

Ia menilai Bojonegoro saat ini masih memiliki pekerjaan rumah dalam pengelolaan sampah. Hingga kini, kabupaten tersebut belum meraih penghargaan Adipura sebagai kota bersih.

Meski demikian, Hanif optimistis upaya yang sedang dirintis pemerintah daerah dapat membawa perubahan.

“Dengan program yang tengah dibangun oleh Bupati dan Wakil Bupati, kami berharap langkah operasionalnya bisa diimplementasikan secara sistematis sehingga Bojonegoro dapat mempersembahkan kota yang bersih bagi masyarakat,” ujar Hanif.

Hanif mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Bojonegoro karena ia lahir dan besar di daerah tersebut. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat mempercepat upaya meraih predikat kota bersih.

“Saya kebetulan lahir dan besar di Bojonegoro, keluarga saya juga masih di sini. Karena itu saya sangat berharap pemerintah daerah bisa bersinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup mempercepat pencapaian kota bersih dan menghadirkan lingkungan yang sehat bagi masyarakat,” ucapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Hanif juga meninjau Pasar Wisata dan pasar burung di Bojonegoro. Di lokasi itu, ia melakukan penanaman pohon serta kerja bakti membersihkan sampah bersama masyarakat dan jajaran forkopimda.

Menurut Hanif, salah satu langkah paling sederhana namun efektif dalam mengatasi sampah adalah dengan melakukan pemilahan sejak dari sumbernya.

Baca juga: Debit Air Bengawan Solo di Bojonegoro Naik, Status Masih Siaga 1 dengan Tren Meningkat

“Teknologi paling sederhana tetapi sangat mutakhir sebenarnya adalah memilah sampah. Jika sampah dipilah sejak awal, maka penanganannya akan jauh lebih mudah. Tanpa pemilahan, sampah justru menjadi beban yang semakin besar,” jelasnya.

Ia menambahkan, Bojonegoro memiliki potensi sumber daya yang cukup besar untuk mendukung pengelolaan sampah, termasuk kedekatannya dengan industri seperti industri Semen Indonesia di Kabupaten Tuban.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah dapat berkolaborasi dalam pengolahan sampah salah satunya refuse derived fuel (RDF) dengan industri.

Secara nasional, Hanif mengungkapkan timbulan sampah di Indonesia mencapai sekitar 141.000 ton per hari. Namun, jumlah yang berhasil ditangani baru sekitar 25 persen.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan seluruh pengelolaan sampah di Indonesia dapat terselesaikan secara menyeluruh pada 2029.

“Target nasional pada 2026 adalah 63,4 persen sampah harus sudah tertangani. Karena itu kepala daerah diminta melakukan aksi nyata untuk mengejar target tersebut,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.