JLS Brumbun-Sine di Tulungagung Dipastikan Ditutup Selama Lebaran 2026 Akibat Longsor: 29 Mei 2026
Sudarma Adi March 07, 2026 02:14 AM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Pantai Brumbun-Pantai Sine tertunda hingga 29 Mei 2026.

Proses pembangunan terkendala 2 titik longsor di Stationing (STA) 7.000 dan STA 4.600.

Jalur ini belum bisa dilewati saat Idul Fitri 2026 ini karena kondisinya dinilai membahayakan pengendara. 

Baca juga: Pastikan Keamanan Arus Mudik Lebaran 2026, KAI Daop 7 Periksa Lintas Talun-Tulungagung

Target Proyek dan Kendala Cuaca

Hal ini disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen 2.6 Provinsi Jatim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jatim-Bali Kementerian Pekerjaan Umum, I Made Budiana, Jumat (6/3/2026).

“Kami masih menghadapi longsor yang terjadi di STA 7.000 dan STA 4.600. Dua titik ini karakter tanahnya memang beda,” ujar Budiana, saat dihubungi lewat telepon.

Lanjutnya, karena kendala ini proses pengerjaan proyek mendapatkan adendum atau perpanjangan hingga 29 Mei 2026.

Saat ini proses pengerjaan telah mencapai 92 persen.

Budiana menargetkan, penggalian di 2 titik rawan longsor ini selesai selama 2 minggu ke depan.

“Yang STA awal sudah diaspal. Khusus STA 7.000 dan 4.600 ini memang butuh perlakuan berbeda,” ungkapnya.

Menghadapi titik rawan longsor ini, Budiana mengaku proses pemadatan akan menjadi fokus perhatian.

Yang belum dikeraskan sepanjang 500 meter, terbagi di segmen1 sepanjang 150 meter, dan segmen 2 sepanjang 350 meter.

Baca juga: Pastikan Keamanan Arus Mudik Lebaran 2026, KAI Daop 7 Periksa Lintas Talun-Tulungagung

Titik yang belum diaspal semuanya ada di Lot 1A, sedangkan Lot 1B sudah 100 persen dan sudah serah terima.

Dengan kondisi ini, maka Lot 1A ditutup sepenuhnya selama Idul Fitri 2026.

Lot 1B memang bisa dilewati, namun nantinya akan diportal di perbatasan dengan Lot 1A, sehingga pengguna jalan harus putar balik.

Para wisatawan dari JLS Pantai Gemah yang akan ke Pantai Sine tidak bisa lewat JLS Pantai Brumbun-Pantai Sine.

“Percuma masuk ke Lot 1B, karena nanti Lot 1A tetap ditutup untuk umum. Kondisinya bahaya untuk pengendara,” katanya.

Budiana memaparkan, para pekerja libur 19-24 Maret 2026.

Jika nantinya ada warga yang lewat Lot 1A, ada risiko terjebak lumpur saat hujan.

Sementara para pekerja libur, alat berat yang ada tidak ada operatornya sehingga tidak memungkinkan memberi pertolongan.

“Kalau terjebak lumpur malah bahaya karena tidak ada yang bisa menolong. Memang ada penjaga, tapi tidak ada operator,” tegasnya.

Lot 1B JLS Brumbun-Sine panjangnya sekitar 3,9 km.

Sementara panjang Lot 1A dan Lot 1B mencapai 13,5 km.

Lot 1A yang sedang dikerjakan ada di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung sampai di Pantai Sine, Kecamatan Kalidawir.

Proses pembangunan JLS terakhir di Kabupaten Tulungagung ini awalnya ditargetkan selesai Juli 2025.

Namun terjadi anomali cuaca dengan curah hujan yang sangat tinggi, kerap membuat para pekerja  harus berhenti.  

Gangguan bertambah karena ada 2 titik yang rawan longsor, sehingga butuh penanganan khusus.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.