Daftar Wilayah Kaltim yang Diprediksi BMKG Turun Hujan Hari Ini 7 Maret 2026
Briandena Silvania Sestiani March 07, 2026 04:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Prakiraan cuaca menjadi salah satu informasi penting bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, termasuk bagi sektor transportasi, perikanan, pertanian, hingga kegiatan masyarakat sehari-hari.

Di Provinsi Kalimantan Timur, kondisi cuaca pada awal hingga pertengahan Maret 2026 diperkirakan masih didominasi oleh awan tebal dan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), prakiraan cuaca untuk periode Sabtu, 7 Maret 2026 hingga Minggu, 15 Maret 2026 menunjukkan variasi kondisi atmosfer di berbagai kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

BMKG sendiri merupakan lembaga pemerintah yang bertugas melakukan pemantauan serta penyampaian informasi terkait meteorologi (ilmu yang mempelajari cuaca dan atmosfer), klimatologi (kajian tentang pola iklim jangka panjang), serta geofisika seperti gempa bumi.

Secara umum, suhu udara di sebagian besar wilayah Kalimantan Timur berada pada kisaran 20 hingga 32 derajat Celsius.

Sementara itu, tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni antara 55 persen hingga 99 persen.

Kelembapan yang tinggi ini menunjukkan banyaknya kandungan uap air di atmosfer, kondisi yang sering menjadi faktor pendukung terbentuknya awan hujan.

Baca juga: Daftar Wilayah Kaltim yang Diprediksi BMKG Turun Hujan Hari Ini 6 Maret 2026

Selain suhu dan kelembapan, pola cuaca juga memperlihatkan adanya perbedaan kondisi antara wilayah pesisir, daerah perkotaan, hingga kawasan pedalaman yang didominasi hutan dan pegunungan.

Daerah di Kalimantan Timur yang Diprakirakan Hujan pada 7 Maret 2026

Pada Sabtu, 7 Maret 2026, beberapa daerah di Kalimantan Timur diprediksi mengalami hujan ringan.

Istilah hujan ringan dalam meteorologi merujuk pada intensitas curah hujan yang relatif kecil, biasanya berkisar di bawah 5 milimeter per jam.

Wilayah yang diperkirakan mengalami hujan ringan pada hari tersebut antara lain:

- Kutai Kartanegara dengan suhu berkisar 23–29°C dan kelembapan 69–99 persen.

- Kutai Timur dengan suhu sekitar 22–25°C dan kelembapan sangat tinggi mencapai 95–99 persen.

- Balikpapan dengan kisaran suhu 23–28°C serta kelembapan 74–97 persen.

- Bontang yang juga diprediksi mengalami hujan ringan dengan suhu 23–28°C dan kelembapan 75–97 persen.

Kondisi hujan ringan ini biasanya tidak berlangsung lama, namun tetap berpotensi menyebabkan jalanan licin serta menurunkan jarak pandang bagi pengendara.

Wilayah yang Diprakirakan Tidak Hujan pada 7 Maret 2026

Sementara itu, beberapa wilayah lainnya diprediksi tidak mengalami hujan pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Kondisi cuaca yang muncul di wilayah ini umumnya berupa berawan, yakni langit tertutup awan namun belum cukup tebal untuk menghasilkan hujan.

Daerah yang diperkirakan berawan pada hari tersebut antara lain:

- Paser dengan suhu 23–28°C dan kelembapan 75–99 persen.

- Berau dengan suhu sekitar 22–26°C dan kelembapan 81–98 persen.

- Kutai Barat dengan suhu 23–29°C dan kelembapan 73–99 persen.

- Penajam Paser Utara dengan suhu 23–28°C dan kelembapan 77–97 persen.

- Mahakam Ulu dengan suhu 23–24°C dan kelembapan 83–98 persen.

- Samarinda dengan suhu 24–28°C dan kelembapan 75–98 persen.

Cuaca berawan ini tetap menunjukkan adanya potensi perubahan kondisi atmosfer, terutama di wilayah tropis seperti Kalimantan Timur yang dikenal memiliki dinamika cuaca cukup cepat.

Pola Cuaca Hingga 15 Maret 2026

Jika melihat prakiraan hingga satu pekan ke depan, sebagian wilayah Kalimantan Timur masih memiliki peluang hujan ringan yang cukup tinggi.

Hal ini terlihat terutama di wilayah perkotaan besar serta kawasan pesisir.

Di wilayah Kutai Kartanegara, hujan ringan diperkirakan masih akan muncul hingga beberapa hari berikutnya dengan suhu maksimum mencapai 32°C.

Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Balikpapan dan Bontang, dua kota industri dan pelabuhan penting di provinsi ini.

Sementara itu, wilayah pedalaman seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu menunjukkan variasi cuaca yang lebih kompleks.

Selain hujan ringan, prakiraan cuaca di Mahakam Ulu juga mencatat kemungkinan hujan petir pada beberapa hari tertentu.

Hujan petir merupakan kondisi cuaca yang ditandai dengan adanya kilat dan suara guntur. Fenomena ini biasanya terjadi akibat awan cumulonimbus—jenis awan tinggi yang berkembang secara vertikal dan sering menghasilkan hujan lebat disertai petir.

Selain itu, di beberapa hari juga muncul istilah seperti udara kabur dan kabut atau asap dalam prakiraan cuaca Mahakam Ulu.

Sementara kabut merupakan kumpulan titik-titik air yang melayang dekat permukaan tanah sehingga membuat pandangan menjadi terbatas.

Suhu dan Kelembapan yang Tinggi

Karakteristik cuaca di Kalimantan Timur selama periode ini masih menunjukkan ciri khas wilayah tropis basah.

Suhu rata-rata berkisar 20–31°C, sementara tingkat kelembapan sangat tinggi bahkan mendekati 100 persen di beberapa wilayah.

Kelembapan tinggi biasanya terjadi karena wilayah Kalimantan Timur memiliki banyak hutan, sungai besar, serta berada dekat dengan laut. Kombinasi faktor tersebut membuat kandungan uap air di atmosfer relatif tinggi.

Selain itu, wilayah ini juga dipengaruhi oleh sistem angin muson (monsoon), yaitu pola angin musiman yang membawa massa udara lembap dari lautan menuju daratan.

Pentingnya Memantau Informasi Cuaca

Dengan kondisi cuaca yang cukup dinamis tersebut, masyarakat di Kalimantan Timur diimbau untuk selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Informasi ini penting terutama bagi nelayan, pengendara jarak jauh, pekerja konstruksi, hingga masyarakat yang akan melakukan perjalanan antarkota.

BMKG secara rutin memperbarui data prakiraan cuaca berdasarkan pemantauan satelit, radar cuaca, serta model prediksi atmosfer global. Teknologi tersebut memungkinkan perkiraan kondisi atmosfer hingga beberapa hari ke depan dengan tingkat akurasi yang semakin baik.

Meski demikian, perubahan cuaca secara mendadak tetap dapat terjadi karena atmosfer merupakan sistem yang sangat dinamis.

 Oleh sebab itu, masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan Timur tetap disarankan untuk waspada terhadap potensi hujan, terutama pada sore hingga malam hari yang biasanya menjadi waktu paling sering terjadinya hujan di wilayah tropis.

Dengan memperhatikan prakiraan cuaca ini, diharapkan masyarakat dapat menyesuaikan rencana aktivitas dan tetap menjaga keselamatan dalam beraktivitas sehari-hari.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.