Menteri PU Ungkap Presiden Prabowo Dukung Upaya Kejar Rp 1 Triliun Kerugian Negara
Willem Jonata March 07, 2026 04:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap Presiden Prabowo Subianto memberi dukungan terhadap upaya penuntasan temuan kerugian negara sekitar Rp 1 triliun di lingkungan Kementerian PU.

Menteri Dody bercerita, Presiden bahkan sempat menelepon dirinya saat melakukan kunjungan kerja di Sumatera Barat.

“Saya berhenti di tengah jalan tol, mungkin yang ada di Padang tahu saya berhenti di tengah jalan tol karena Pak Presiden telepon dan memberikan apresiasinya dan terima kasih. Sekaligus meminta saya untuk terus mengerjakan bersih-bersih ini, dan menjadikan Kementerian PU jauh lebih bersih lagi, kerja lebih efektif, efisien, dan tidak ada lagi bocor-bocor di Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Dody di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Menteri PU Dody Hanggodo: Sudah Tak Ada Lagi Daerah di Sumatera yang Terisolir akibat Banjir Bandang

Ia menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan temuan tersebut segera diselesaikan dan kerugian negara dikembalikan.

“Saya sampaikan, fokus kita sekarang memang  bagaimana satu triliun itu bisa kita bereskan secepat-cepatnya,” kata Dody.

Menurutnya, dana sebesar itu memiliki manfaat besar bagi masyarakat jika kembali ke negara.

“Berapa jembatan yang bisa kita bantu, berapa anak-anak yang sekolah tidak harus berenang dulu untuk menyeberang, berapa rumah yang bisa dibangun, berapa rumah sakit yang bisa dibangun,” ujarnya.

Dody juga menyoroti praktik pengembalian kerugian negara yang selama ini kerap dicicil dalam jumlah kecil.

“Kalau kemarin kita sudah memberikan kelonggaran, super-super kelonggaran kepada teman-teman yang melakukan kekeliruan, hanya mengembalikan sejuta dua juta, pendingnya masih banyak. Karena dianggap kalau sudah mengembalikan sejuta dari sekian miliar, selesai sudah,” kata Dody.

Ia menegaskan langkah pembenahan di Kementerian PU merupakan mandat langsung Presiden sejak awal masa jabatannya.

“Saya berusaha menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto, di hari pertama saya dipanggil ke Kartanegara, perintahnya cuma satu, bersih-bersih,” tandasnya.

Negara Rugi Rp3 T, Dua Dirjen Resmi Mundur

Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo buka-bukaan soal mundurnya dua pimpinan di Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Sumber Daya Air (SDA).

Dua Dirjen yang mundur tersebut yakni Dwi Purwantoro Dirjen Sumber Daya Air (SDA) dan Dewi Chomistriana Dirjen Cipta Karya.

Dody mengatakan bahwa ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kemudian temuan tersebut disampaikan kepada dirinya sebanyak dua kali Januari 2025 dan Agustus 2025.

"Januari 2025 itu, kalau nggak salah dicatumkan kerugian keuangan negara itu hampir Rp 3 triliun," kata Menteri PU Dody kepada awak media setelah meninjau kesiapan jalur mudik di Semarang, Minggu (1/3/2026).

Lanjutnya surat dari BPK kembali dikirimkan pada Agustus 2025, kerugian keuangan negara turun menjadi Rp 1 triliun.

"Kerugian keuangan negara itu sudah turun menjadi hampir sekitar Rp1 triliunan dari awalnya hampir Rp3 triliun," imbuhnya.

Selain laporan tersebut, BPK dikatakannya memberikan sejumlah rekomendasi di antaranya membentuk majelis ad hoc.

Ingat Pesan Presiden Prabowo 

"Ini yang sebetulnya yang menjadi kegalauan hati saya. Dan sebetulnya ini yang sudah ditangkap oleh Pak Presiden, dari awal," lanjut Dody.

Dody mengatakan saat pertama kali dirinya ke Kartanegara, Presiden Prabowo memberikan pesan untuknya.

"Pesannya bersihkan," imbuhnya.

Menteri PU mengatakan saat kuartal ketiga 2025 dirinya fokus bagimana menyerap anggaran lebih dari 95 persen. 

Sementara itu pada kuartal keempat fokusnya berubah, bagaimana membereskan Rp1 triliun kerugian keuangan negara tersebut.

"Lalu saya mulai kutak kutik di inspektorat jenderal. Saya baru mulai tahu, ternyata 'sapu' saya tidak 100 persen bersih. Itu pekerjaan saya di depan, saya sudah bersihkan. Selanjutnya, saya memperketat penanganan dengan membentuk dan memimpin langsung tim yang beranggotakan 'lidi' bersih.” ucap Dody.

Tim tersebut dikatakannya dibantu oleh tiga orang dari Kejaksaan Agung.

"Jadi tidak bisa dikatakan bahwa kemudian pemunduran diri itu mendadak, nggak bisa juga. Karena sudah ada proses sebelumnya dan manakala saya menggunakan lidi bersih saya untuk mulai bekerja, yang bersangkutan memilih mengundurkan diri," jelasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.