TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabar baik bagi masyarakat Indonesia, pemerintah kembali menyalurkan sejumlah bantuan sosial (bansos) pada Maret 2026 untuk membantu meringankan beban ekonomi warga.
Setidaknya ada lima jenis bansos yang mulai dicairkan, salah satunya bantuan pangan berupa beras 10 kilogram yang ditujukan bagi keluarga penerima manfaat.
Program ini menyasar masyarakat yang telah terdaftar dalam data pemerintah, sehingga penerima diminta segera mengecek statusnya menggunakan NIK pada KTP.
Pengecekan dapat dilakukan melalui sistem resmi yang disediakan pemerintah guna memastikan apakah nama Anda masuk dalam daftar penerima bantuan.
Dengan adanya pencairan bansos ini, diharapkan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi sekaligus membantu menjaga daya beli warga di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Baca juga: Cara Cek Penerima Bansos 2025, 2 Juta Orang Dicoret, Pastikan Update Data Terbaru Agar Tetap Dapat
Simak daftar bantuan sosial (bansos) yang didistribusikan pada bulan Maret 2026 berikut ini.
Bansos adalah bantuan dari pemerintah untuk masyarakat ekonomi rentan hingga tidak mampu yang berbentuk uang tunai, bahan pokok, jaminan kesehatan, hinga biaya pendidikan.
Memasuki bulan Maret 2026, bansos reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memasuki periode terakhir tahap pertama.
Selain itu, pemerintah juga memberikan bansos tambahan berupa beras 10 kg dan minyak 2 liter.
Berikut daftar bansos cair bulan Maret 2026 selengkapnya:
PKH adalah bantuan berupa uang tunai yang diberikan untuk beberapa kategori dengan distribusi empat tahap dalam satu tahun.
Pada bulan Maret ini, PKH masih berada dalam tahap pertama bulan terakhir.
Artinya, bagi masyarakat terdaftar DTSEN yang belum mendapatkan PKH pada Januari atau Februari, kemungkinan akan mendapatkannya pada Maret 2026.
Berikut adalah besaran bantuan PKH per kategori:
- Kategori Ibu Hamil/Nifas
Rp750.000/tahap atau Rp3.000.000/tahun
- Kategori Anak Usia Dini 0 s.d. 6 Tahun
Rp750.000/tahap atau Rp3.000.000/tahun
- Kategori Pendidikan Anak SD/Sederajat
Rp225.000/tahap atau Rp900.000/tahun
- Kategori Pendidikan Anak SMP/Sederajat
Rp375.000/tahap atau Rp1.500.000/tahun
- Kategori Pendidikan Anak SMA/Sederajat
Rp500.000/tahap atau Rp2.000.000/tahun
- Kategori Penyandang Disabilitas berat
Rp600.000/tahap atau Rp2.400.000/tahun
- Kategori Lanjut Usia
Rp600.000/tahap atau Rp2.400.000/tahun
- Kategori Korban Pelanggaran HAM Berat
Rp2.700.000/tahap atau Rp10.800.000/tahun.
BPNT adalah bantuan untuk kebutuhan pangan senilai Rp200.000 per bulan yang distribusinya bisa dilakukan bersamaan dengan program lain seperti PKH.
Pemerintah juga berencana membagikan bansos beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter pada periode Februari–Maret 2026.
Dilansir dari Kompas.tv, DPR RI telah mendesak Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk segera menyalurkan bantuan pangan ini.
Terdapat 33,2 juta masyarakat yang ditargetkan mendapat bansos beras dan minyak goreng ini atau yang termasuk ke dalam desil I sampai IV pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Secara kuantitas, untuk penyaluran dua bulan sekaligus, Perum Bulog akan mengeluarkan stok beras sebanyak 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter.
Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp11,92 triliun untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) adalah bansos untuk masyarakat rentan ekonomi yang iuran bulanan BPJS Kesehatan-nya dibayarkan oleh pemerintah
Pemerintah menanggung iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp42.000 per bulan untuk warga yang berada di desil bawah DTSEN.
Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) adalah bantuan uang tunai untuk pendidikan sebagai upaya perluasan akses dan kesempatan belajar pada siswa maupun mahasiswa dari keluarga miskin atau rentan miskin.
Bulan Maret ini, PIP memasuki bulan kedua pada periode pencairan termin pertama yang berlangsung pada Februari hingga April.
Berikut rincian besaran bantuan untuk beberapa jenjang pendidikan:
Siswa SD
• Rp450.000 per tahun
• Rp225.000 untuk siswa baru dan kelas akhir
Siswa SMP
• Rp750.000 per tahun
• Rp375.000 untuk siswa baru dan kelas akhir
Siswa SMA atau sederajat
• Rp1.800.000 per tahun
• Rp 500.000-Rp 900.000 untuk siswa baru dan kelas akhir
Cara Mengecek Penerima Bansos
Perlu diperhatikan bahwa target bansos adalah masyarakat yang tergolong dalam kelompok desil rendah pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sejak tahun lalu, pemerintah secara resmi menggunakan DTSEN sebagai basis rujukan utama dalam menyalurkan bantuan, menggantikan peran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Oleh karena itu, agar berpeluang mendapatkan bansos, warga harus memastikan NIK KTP mereka telah terdaftar secara sah di dalam sistem DTSEN.
Berikut adalah cara mengecek apakah NIK KTP terdaftar sebagai penerima bansos Maret 2026:
1. Cek Bansos Kemensos via situs cekbansos.kemensos.go.id 2025
- Buka link: https://cekbansos.kemensos.go.id.
- Pilih data wilayah: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan.
- Masukkan nama sesuai KTP Isi kode captcha yang muncul.
- Klik “Cari Data”.
- Jika terdaftar, sistem akan menampilkan nama penerima, jenis bantuan, dan periode pencairan.
2. Cek Bansos Kemensos via aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store atau App Store.
- Login atau daftar akun Pilih menu “Cek Bansos”.
- Masukkan data sesuai KTP.
Jawab pertanyaan verifikasi.
- Klik “Cari Data”.
- Jika nama Anda muncul sebagai penerima, sistem menampilkan nama lengkap, usia, jenis bantuan, status penerimaan, dan periode pencairan.
3. Cara Cek Penerima PIP
- Buka laman https://pip.kemendikdasmen.go.id/home_v1.
- Cari kotak bertuliskan 'Cari Penerima PIP'.
- Masukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada kolom yang tersedia.
- Tulis jawaban dari pertanyaan perhitungan matematika pengamanan situs.
- Klik tombol 'Cek Penerima PIP'. Sistem akan memunculkan status penerima secara otomatis.
(TribunNewsmaker.com/TribunJabar.id)