BANJARMASINPOST.CO.ID - Turnamen badminton paling bergengsi di dunia, All England 2026, memasuki fase semifinal pada Sabtu (7/3/2026) sore WIB.
Indonesia hanya menyisakan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin pada babak 4 besar yang dihelat di Utilita Arena Birimingham, Inggris tersebut.
Perjuangan Raymond/Joaquin bisa disaksikan melalui live streaming vidio.com yang merupakan saluran TV online berbayar.
Berdasar jadwal, Raymond/Joaquin akan berlaga pada Minggu (8/3/2026) dini hari pukul 03.00 WIB.
Baca juga: Hasil Babak 8 Besar Badminton All England 2026, 4 Wakil Indonesia Rontok
Sekadar informasi terdapat selisih waktu 7 jam antara Inggris dan Indonesia.
Lawan akan dihadapi adalah Kim Won Ho/Seo Seung Jae asal Korea Selatan.
Mereka adalah peringkat 1 dunia sejak Februari 2026 dan juga juara dunia 2025.
Ada pun Raymond/Joaquin yang berduet sejak 2025, saat ini ranking 17 dunia.
Mereka gelar juara BWF Indonesia Masters Super 100 tahun 2025 dan runner-up Korea Masters 2025.
Pada awal 2026, duet yang dijuluki sebagai penerus Kevin/Marcus ini, menembus final Indonesia Masters 2026.
Juaranya adalah Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dari Malaysia.
Indonesia merupakan negara yang disegani di turnamen bulu tangkis tertua nan sakral, All England.
Prestasi mentereng berupa 52 gelar juara sepanjang keikutsertaan sejak 1956 menjadi bukti.
Indonesia menempati posisi keempat terbanyak meraih trofi.
Hanya tuan rumah Inggris (194), Cina (90), dan Denmark (89) yang mengoleksi gelar juara lebih banyak daripada Indonesia.
Indonesia juga menjadi satu dari hanya lima negara yang pernah meraih gelar di semua sektor, selain Inggris, Cina, Denmark dan Jepang.
Konsistensi Indonesia di All England masih tampak dalam 10 tahun terakhir.
Total sembilan gelar bisa dibawa pulang ke Tanah Air dari tiga nomor berbeda.
Membandingkan dengan negara lain, Indonesia masuk jajaran tiga besar di bawah Jepang (14) dan Cina (11).
Dari sembilan gelar All England selama 10 tahun terakhir, enam di antaranya disumbangkan sektor ganda putra.
Perinciannya adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (2017, 2018), Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (2019), Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana (2022), dan Fajar Alfian/Rian Ardianto (2023, 2024).
Lebih hebat lagi karena edisi 2022 dan 2023 melahirkan final sesama Indonesia.
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dikalahkan oleh juniornya pada dua kesempatan tersebut.
Sementara itu, tiga lainnya berasal dari ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto (2016) dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (2020) plus tunggal putra, Jonatan Christie (2024).
(Banjarmasinpost.co.id/Kompas.com)