TRIBUNKALTIM.CO - Ajang sepak bola internasional bergengsi Finalissima 2026 yang mempertemukan juara Eropa dan juara Amerika Selatan disebut akan tetap digelar di Qatar.
Turnamen yang dijadwalkan mempertemukan Timnas Spanyol sebagai kampiun UEFA Euro 2024 dengan Timnas Argentina sebagai juara Copa América 2024 akan berlangsung pada Maret 2026 di Stadion Lusail, Doha, Qatar.
Diketahui, rencana penyelenggaraan pertandingan tersebut kini menghadapi tantangan besar.
Situasi keamanan di Qatar menjadi sorotan setelah meningkatnya eskalasi konflik dan insiden pengeboman di Doha.
Kondisi tersebut memicu desakan dari berbagai pihak agar venue pertandingan dipindahkan ke negara lain yang dinilai lebih aman.
Baca juga: Finalissima 2026 Spanyol vs Argentina Terancam Pindah dari Qatar Imbas Perang AS-Israel vs Iran
Meski demikian, pihak Qatar tetap bersikeras mempertahankan statusnya sebagai tuan rumah.
Negara di kawasan Semenanjung Arab tersebut menyatakan tidak akan menyerahkan hak penyelenggaraan kecuali ada instruksi langsung dari pemerintah untuk membatalkan pertandingan.
Situasi ini membuat masa depan Finalissima 2026 menjadi semakin rumit karena berbagai kepentingan, baik dari sisi keamanan, politik, maupun kontrak komersial yang telah disepakati sebelumnya.
Finalissima merupakan pertandingan khusus yang mempertemukan juara dari dua konfederasi sepak bola besar dunia, yaitu UEFA (Union of European Football Associations) dan CONMEBOL (Confederación Sudamericana de Fútbol atau Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan).
Turnamen ini bukan kompetisi tahunan, melainkan laga prestisius yang mempertemukan juara Euro dan Copa America sebagai simbol supremasi sepak bola antara dua benua dengan tradisi sepak bola terbesar di dunia.
Pada edisi 2026, pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret 2026 di Stadion Lusail, stadion megah yang sebelumnya menjadi lokasi final Piala Dunia FIFA 2022.
Namun kondisi geopolitik di kawasan tersebut berubah drastis dalam beberapa waktu terakhir. Meningkatnya konflik regional berdampak langsung pada aktivitas olahraga di Qatar. Bahkan Asosiasi Sepak Bola Qatar telah mengambil keputusan menangguhkan seluruh turnamen domestik tanpa batas waktu.
Meski demikian, Qatar tetap mempertahankan rencana penyelenggaraan Finalissima.
Sikap ini tidak terlepas dari kesepakatan besar yang telah dibuat dengan CONMEBOL sebelumnya.
Kontrak Besar Jadi Alasan Qatar Bertahan
Keputusan memindahkan tuan rumah Finalissima sebenarnya telah dilakukan jauh sebelum situasi keamanan memburuk. Awalnya, pertandingan ini direncanakan digelar di wilayah Amerika Selatan.
Namun keputusan berubah setelah adanya kesepakatan finansial bernilai besar antara pihak penyelenggara dengan Qatar.
CONMEBOL yang dipimpin oleh Alejandro Domínguez mengambil langkah berani dengan memindahkan jatah tuan rumah ke Timur Tengah.
Langkah ini dilakukan demi memperoleh keuntungan ekonomi yang lebih besar dari sisi sponsor, hak siar, serta kerja sama komersial lainnya.
Kesepakatan tersebut kini menjadi persoalan yang cukup rumit. Jika pertandingan dibatalkan secara sepihak atau dipindahkan tanpa persetujuan semua pihak, maka konsekuensinya adalah denda besar dan penalti kontrak.
Klausul dalam kontrak tersebut membuat berbagai pihak harus berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait venue pertandingan.
Desakan Spanyol untuk Relokasi Venue
Di tengah ketidakpastian tersebut, Federasi Sepak Bola Spanyol atau Royal Spanish Football Federation (RFEF) mulai mendorong pencarian venue alternatif.
Hal ini dilakukan agar jeda internasional FIFA pada bulan Maret tidak terbuang sia-sia, terutama menjelang berbagai turnamen besar yang akan berlangsung di Amerika Utara.
Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, bahkan secara terbuka menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya memindahkan lokasi pertandingan.
Dalam wawancaranya dengan Radio Publik Spanyol atau Radio Nacional de España (RNE), ia mengatakan, "Saya tahu bahwa negosiasi sedang berlangsung. Hal pertama, sebagai masyarakat, adalah menghentikan konflik, tetapi begitu Anda terjerumus di dalamnya dan Anda tidak tahu berapa lama itu akan berlangsung, solusinya adalah, selama Anda tidak dapat bermain di sana, untuk menemukan tempat lain sesegera mungkin."
Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran besar pihak Spanyol terhadap situasi keamanan yang dapat mempengaruhi keselamatan pemain dan ofisial tim.
London Muncul sebagai Kandidat Terkuat
Dengan waktu yang semakin sempit menjelang jadwal pertandingan, sejumlah kota mulai dipertimbangkan sebagai alternatif venue.
Salah satu kandidat terkuat yang muncul adalah London, ibu kota Inggris.
London dianggap memiliki infrastruktur stadion kelas dunia, keamanan yang stabil, serta pengalaman panjang dalam menyelenggarakan pertandingan sepak bola internasional.
Namun memindahkan pertandingan ke negara lain bukan perkara mudah. Proses tersebut membutuhkan persetujuan dari berbagai federasi sepak bola yang terlibat, termasuk Asociación del Fútbol Argentino (AFA), yaitu federasi sepak bola Argentina.
Selain London, sejumlah opsi lain juga sempat dibahas.
Beberapa Opsi Venue Lain Gugur
Salah satu opsi yang sempat muncul adalah menggelar pertandingan di Madrid, ibu kota Spanyol.
Namun opsi ini langsung ditolak oleh pihak Argentina karena mereka menginginkan venue yang benar-benar netral, tidak berada di negara salah satu tim peserta.
Opsi lain adalah memindahkan pertandingan ke Maroko. Negara Afrika Utara tersebut sebenarnya memiliki stadion yang memadai.
Namun rencana ini juga menemui hambatan karena adanya ketegangan politik terkait pencalonan tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA 2030, di mana Maroko bekerja sama dengan Spanyol dan Portugal.
Sementara itu, opsi lain untuk menggelar pertandingan di Miami, Amerika Serikat, juga tidak dapat dilakukan. Stadion Hard Rock Stadium yang direncanakan menjadi venue ternyata sudah penuh dengan jadwal acara olahraga lain, termasuk turnamen tenis internasional.
Kondisi tersebut membuat pilihan venue semakin terbatas.
Waktu Penentuan Semakin Dekat
Dengan sisa waktu kurang dari tiga minggu sebelum jadwal pertandingan, otoritas sepak bola dari berbagai konfederasi dijadwalkan menggelar pertemuan penting untuk mengambil keputusan final.
Pertemuan tersebut akan menentukan apakah Finalissima tetap digelar di Qatar atau dipindahkan ke negara lain.
Jika keputusan relokasi diambil, maka penyelenggara harus bergerak sangat cepat untuk menyiapkan stadion, sistem keamanan, distribusi tiket, hingga pengaturan logistik bagi tim nasional Spanyol dan Argentina.
Proses tersebut tentu bukan pekerjaan mudah mengingat skala pertandingan internasional yang melibatkan ribuan penonton serta perhatian media global.
Laga Bergengsi yang Dinanti Dunia
Finalissima merupakan pertandingan yang memiliki nilai prestise tinggi dalam dunia sepak bola.
Laga ini mempertemukan juara dua turnamen kontinental terbesar di dunia. Pada edisi sebelumnya yang digelar pada 2022 di Stadion Wembley, Argentina berhasil mengalahkan Italia dengan skor telak.
Kini dunia menantikan duel baru antara Spanyol dan Argentina yang sama-sama memiliki generasi pemain kelas dunia.
Timnas Argentina diperkuat sejumlah bintang seperti Lionel Messi, yang masih menjadi ikon sepak bola dunia.
Sementara Spanyol hadir sebagai juara Eropa dengan skuad muda yang penuh talenta setelah menjuarai Euro 2024.
Pertandingan ini diperkirakan akan menjadi salah satu laga internasional paling bergengsi sebelum berbagai kompetisi besar berikutnya digelar.
Sumber: https://bola.kompas.com/read/2026/03/06/11055028/qatar-bersikeras-gelar-finalissima-2026-di-tengah-isu-keamanan-dan-desakan.