Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Tengah kembali menunjukkan komitmen kehadirannya di tengah masyarakat melalui aksi sosial bertajuk "Gerakan Cinta Ramadhan".
Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk pembagian ratusan paket takjil kepada para pengendara dan warga yang melintas di Jl RE Martadinata, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu pada Jumat (6/3/2026).
Ketua DPD PDI Perjuangan Sulteng, Matindas J. Rumambi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata dari nilai gotong royong dan rasa cinta terhadap sesama di bulan suci.
"Gerakan Cinta Ramadhan ini adalah instruksi partai untuk selalu hadir di tengah rakyat dalam kondisi apapun," kata Matindas menyampaikan amanat partai.
Melalui berbagi takjil, Matindas menyampaikan bahwa PDI Perjuangan ingin menyebarkan semangat kebersamaan dan meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa namun masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus DPD Sulteng periode 2025-2030 serta sayap partai seperti Taruna Merah Putih (TMP) yang terlibat aktif dalam pendistribusian di lapangan.
Semangat ini kata Matindas, sejalan dengan tema besar partai tahun ini, "Satyam Eva Jayate", yang menekankan bahwa kebenaran dan keadilan harus terus diperjuangkan melalui aksi nyata untuk kepentingan rakyat.
Baca juga: Kode Redeem FF Free Fire Sabtu 7 Maret 2026, Klaim Semua Item Gratis
Selain di Kota Palu, instruksi gerakan berbagi ini juga telah mulai dilaksanakan oleh struktur DPC di berbagai Kabupaten, seperti aksi serupa yang dilakukan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sigi dan Kabupaten Sungaipenuh.
"Kami berharap aksi kecil ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan mempererat tali silaturahmi antara PDI Perjuangan dengan rakyat Sulawesi Tengah. Inilah cara kami merayakan Ramadhan dengan kerja nyata dan cinta," tutup Matindas.
Ketua DPD Taruna Merah Putih Sulawesi Tengah (TMP SULTENG) Agung Wirya Saputra, Menyatakan bahwa Gerakan berbagi takjil bukan sekadar seremonial membagikan makanan pembuka puasa, melainkan manifestasi nyata dari spirit "gotong royong" yang menjadi akar budaya sosio nasionalisme kita.
Di tengah bulan suci Ramadhan, kebersamaan ini menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai lapisan masyarakat tanpa sekat dengan slogan "Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh."
"Slogan "Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh." Ini adalah momen di mana ego luruh, digantikan oleh kesadaran kolektif bahwa kita adalah bagian dari satu tubuh sosial yang sama," pungkas Agung. (*)