Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Kabupaten Sigi resmi meluncurkan dokumen Master Plan Integrated Area Development (IAD) dalam kegiatan Workshop Penyusunan Rencana Aksi sekaligus penandatanganan dokumen IAD Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Best Western Plus Coco Palu dan dihadiri oleh Muhamad Rizal Intjenae, jajaran Bapperida Sigi, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala desa, serta sejumlah instansi terkait.
Direktur Karsa Institute, Rahmat Saleh, menjelaskan bahwa penyusunan dokumen master plan tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif berbagai pihak selama sekitar delapan bulan.
Menurutnya, pendekatan yang digunakan dalam penyusunan IAD menekankan integrasi lintas sektor, baik pemerintah daerah, pemerintah pusat, organisasi nonpemerintah, hingga masyarakat.
“Hubungan yang bersifat mutualisme antara organisasi dan pemerintah menjadi kunci lahirnya komponen penting dalam pembangunan, salah satunya penyusunan master plan yang integratif,” ujarnya dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa tim penyusun dokumen tersebut terdiri dari berbagai unsur dengan latar belakang berbeda, termasuk instansi pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta lembaga statistik dan sektor terkait lainnya. Tim ini dibentuk melalui keputusan resmi pemerintah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam perencanaan pembangunan daerah.
Baca juga: Gerakan Cinta Ramadan, PDI Perjuangan Sulteng Bagi Takjil di RS Anutapura Palu
Rahmat berharap dokumen master plan tersebut tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi mampu menjadi pijakan strategis bagi pemerintah daerah, sektor swasta, serta masyarakat dalam menyinergikan berbagai program pembangunan.
“Dokumen ini diharapkan menjadi landasan bagi pemerintah, swasta, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengkolaborasikan inisiatif serta sumber daya dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan wilayah tidak dapat dilakukan secara terpisah antara satu sektor dengan sektor lainnya. Karena itu, pendekatan integrasi kawasan dinilai penting untuk memastikan pembangunan berjalan seimbang dan saling mendukung.
Melalui master plan IAD tersebut, Kabupaten Sigi diharapkan mampu memperkuat perencanaan pembangunan daerah dengan pendekatan yang lebih terpadu serta berbasis potensi wilayah. (*)