TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Hasil survei yang dilaksanakan oleh Kementrian Perhubungan menyebutkan ada sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman pada Idulfitri tahun 2026 ini.
Jumlah pemudik tahun ini menurut Kemenhub mengalami penurunan sekitar 10,7 juta orang dibandingkan pada momen Idulfitri 2025 silam yang mencapai 154,6 juta orang.
"Pada survei tahun ini, jumlah masyarakat yang akan melakukan pergerakan sebesar 143,9 juta. Kalau dihadapkan dengan survei memang ada penurunan sebesar 1,75 persen (dibanding tahun lalu)," kata Menteri Perhubungan RI (Menhub) Dudy Purwagandhi saat jumpa media di Jakarta, Jumat (6/3/2026) malam dikutip dari Tribunnews.com.
Adapun pergerakan pemudik yang akan pulang ke kampung halaman ini menrut Dudy akan terjadi mulai pekan depan, atau pada Jumat (13/3/2026) mendatang.
Kemungkinan itu bisa saja diambil lantaran pemerintah telah menetapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang juga bertujuan untuk mendistribusikan pergerakan orang agar tidak terlalu padat pada puncak arus mudik.
"Dari ini kita bisa melihat bahwa hari Jumat tanggal 13 Maret itu sudah mulai terjadi pergerakan. Jadi semula hari Jumat kalau kita tidak melakukan WFA itu ada sekitar 4,4 juta pergerakan maka pada hari Jumat setelah dilakukan WFA ada peningkatan menjadi 8 atau hampir 9 juta. Jadi hampir 100 persen peningkatan," beber Dudy.
Baca juga: Kapan THR ASN 2026 Cair? Pemerintah Targetkan Tuntas Pekan Depan
Sementara untuk puncak arus mudik, diperkirakan pada 16 Maret 2026 18 Maret 2026. Dimana kedua tanggal itu setidaknya akan ada 40 juta lebih orang akan melakukan perjalanan mudik.
"Diperkirakan pada tanggal 16 Maret hari Senin dan tanggal 18 Maret. 16 Maret itu secara nasional pergerakan akan mencapai 21,2 juta, tanggal 18 akan mencapai 22 juta," beber dia.
Akan tetapi, dirinya berharap akan terjadi penurunan jumlah pergerakan orang di dua tanggal tersebut karena adanya kebijakan WFA.
Dirinya memprediksi angka pergerakan orang tersebut akan turun menjadi 18,9 juta di tanggal 16 Maret dan 15,6 juta di tanggal 18 Maret.
"Nah ini kami berharap bahwa ini bisa tertangani dengan baik sehingga kita menghindari penumpukan di tanggal 16 maupun tanggal 18 Maret, Jadi hari Jumat itu sudah ada peningkatan terus naik ya, namun kenaikan ini diharapkan bisa menekan yang pada tanggal 16 maupun tanggal 18," tandas dia