Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-18 Ramadhan, Allah Meridhainya dan Kedua Orang Tuanya
Muliadi Gani March 07, 2026 12:54 PM

 

PROHABA.CO - Ramadhan merupakan bulan yang penuh keberkahan dan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. 

Selain menunaikan ibadah puasa di siang hari, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan pada malam hari, salah satunya dengan melaksanakan shalat tarawih.

Berdasarkan perhitungan kalender hijriah, malam ke-18 Ramadhan 1447 H jatuh pada Sabtu malam, 7 Maret 2026, atau malam menjelang tanggal 18 Ramadhan.

Dalam hitungan hari, kita akan memasuki malam ke-18 shalat Tarawih, sebuah malam yang penuh dengan keutamaan serta keberkahan, sama seperti malam-malam lainnya. 

Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk tetap melaksanakan shalat tarawih sebagaimana malam-malam sebelumnya selama bulan Ramadhan.

Namun, dengan niat serta keikhlasan menjalankan ibadah karena Allah SWT, kamu bisa melakukannya. 

Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan setelah shalat Isya pada malam hari selama bulan Ramadhan.

Ibadah ini menjadi salah satu amalan khas yang hanya dikerjakan pada bulan Ramadhan dan dilakukan secara berjamaah di masjid maupun secara mandiri di rumah.

Dalam sejumlah literatur keislaman, terdapat penjelasan mengenai keutamaan shalat tarawih pada setiap malam Ramadhan.

Penjelasan tersebut banyak ditemukan dalam berbagai kitab klasik yang memuat motivasi ibadah bagi umat Islam selama bulan suci.

Salah satu kitab yang sering menjadi rujukan dalam menjelaskan fadhilah shalat tarawih adalah Durratun Nasihin.

Kitab ini memuat berbagai penjelasan mengenai keutamaan shalat tarawih mulai dari malam pertama hingga malam ke-30 Ramadhan.

Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-17 Ramadhan, Mendapat Pahala Seperti Para Nabi

Namun demikian, para ulama menjelaskan bahwa tidak semua keterangan mengenai fadhilah tarawih dalam kitab tersebut bersumber dari hadits yang kuat.

Oleh karena itu, penjelasan tersebut lebih tepat dipahami sebagai motivasi spiritual agar umat Islam semakin semangat dalam menjalankan ibadah selama Ramadhan.

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa setiap malam Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri bagi orang yang melaksanakan shalat tarawih dengan penuh keikhlasan.

Adapun pada malam ke-18 Ramadhan, disebutkan bahwa malaikat menyeru bahwa Allah telah meridhai hamba yang melaksanakan sholat tarawih, serta meridhai kedua orang tuanya.

Dalam kitab Durratun Nashihin disebutkan bahwa keutamaan shalat tarawih pada malam ke-18 adalah mendapatkan ridha dari Allah SWT bagi dirinya serta kedua orang tuanya.

وَفىِ اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةَ عَشَرَةَ نَادَى مَلَكٌ يَاعَبْدَ اللهِ اَنَّ اللهَ رَضِىَ عَنْكَ وَعَنْ وَالِدَيْكَ

Artinya: Pada malam kedelapan belas, malaikat berkata: wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah meridhaimu dan kedua orang tuamu.

Karena itu, bagi siapa saja yang melaksanakan shalat tarawih pada malam itu, malaikat akan menyampaikan kabar gembira bahwa Allah SWT telah meridhai dirinya serta kedua orang tuanya. 

Ini menunjukkan betapa besarnya pahala dan keberkahan yang diberikan kepada orang yang tekun beribadah di bulan Ramadhan, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga bagi orang tuanya.

Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-16 Ramadhan, Salah Satunya Bebas dari Siksa Neraka

Tanda-tanda Allah Meridhai Manusia

1. Kebaikan bertambah setiap waktu

2. Membuka pintu taubat baginya menjelang wafat

3. Banyak disenangi manusia

4. Senang berbuat kebaikan

6. Menerima nasehat dengan baik

7. Tidak mencari “kepentingan dunia” semata

Keutamaan tersebut menggambarkan betapa besar nilai ibadah yang dilakukan dengan penuh keimanan dan konsistensi selama bulan Ramadhan.

Ridha Allah merupakan tujuan utama dalam setiap ibadah yang dilakukan oleh seorang Muslim.

Selain itu, keterangan tersebut juga mengandung pesan moral agar umat Islam terus menjaga semangat ibadah hingga pertengahan bahkan akhir Ramadhan.

Tidak sedikit orang yang semangat beribadah pada awal Ramadhan, namun mulai menurun ketika memasuki pertengahan bulan.

Padahal, justru pada fase pertengahan hingga akhir Ramadhan, umat Islam dianjurkan semakin meningkatkan amal ibadah, seperti memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta memperbanyak doa dan istighfar.

Selain keutamaan malam ke-18, kitab Durratun Nasihin juga menyebutkan berbagai keutamaan shalat tarawih pada malam-malam lainnya.

Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam Pertama Ramadhan, Dosa Diampuni Seperti Bayi Baru Lahir

Keutamaan Sholat Tarawih Malam ke-1 hingga ke-18 

Berikut merupakan keutamaan Shalat Tarawih malam 1 sampai dengan malam 30 yang terdapat dalam Kitab Durratun Nasihin:

Malam 1: Pada malam pertama, dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) akan keluar seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia.

Malam 2: Pada malam kedua, orang yang sholat tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.

Malam 3: Pada malam ketiga, malaikat di bawah Arasy berseru: mulailah melakukan amal kebaikan, maka Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu.

Malam 4: Pada malam keempat, dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala seseorang yang membaca kitab Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran.

Malam 5: Pada malam kelima, Allah memberikan pahala seperti pahala seseorang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah, dan Masjidil Aqsha.

Malam 6: Pada malam keenam, Allah memberikan pahala seperti pahala malaikat yang tawaf di Baitul Makmur dan setiap batu dan tanah pun memintakan ampunan untuknya.

Malam 7: Pada malam ketujuh, seakan-akan menemui zaman Nabi Musa AS dan menolongnya dari serangan Fir'aun dan Haman.

Malam 8: Pada malam kedelapan, Allah memberi anugerah sebagaimana anugerah yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim.

Malam 9: Pada malam kesembilan, seakan-akan beribadah kepada Allah sebagaimana ibadahnya para nabi.

Malam 10: Pada malam kesepuluh, Allah akan memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.

Malam 11: Pada malam kesebelas, kelak ia akan meninggal dunia seperti keadaan di mana ia baru dilahirkan dari perut ibunya.

Malam 12: Pada malam kedua belas, pada saat hari kiamat wajahnya bersinar bagaikan bulan di malam purnama.

Malam 13: Pada malam ketiga belas, pada saat hari kiamat ia akan selamat dari segala macam keburukan.

Malam 14: Pada malam keempat belas, malaikat menjadi saksi bahwa ia melakukan sholat tarawih. Maka Allah tidak akan menghisabnya kelak di hari kiamat.

Malam 15: Pada malam kelima belas, para malaikat, malaikat penyangga Arsy, dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit akan memintakan ampunan untuknya.

Malam 16: Pada malam keenam belas, Allah mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga baginya.

Malam 17: Pada malam ketujuh belas, akan diberi pahala sebagaimana pahala para nabi.

Malam 18: Pada malam kedelapan belas, malaikat berkata: wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah meridhoimu dan kedua orang tuamu.

Dengan menjaga konsistensi shalat tarawih hingga akhir Ramadhan, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan, ampunan, serta ridha Allah SWT.

Ramadhan sendiri dikenal sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.

Karena itu, setiap Muslim dianjurkan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam Kedua Ramadhan, Ampunan untuk Diri dan Orang Tua

Baca juga: Kutamaan Shalat Tarawih Malam Ke-3 Ramadhan, Seruan dari Malaikat di Bawah Arasy

Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-15 Ramadhan, Didoakan Secara Khusus Oleh Malaikat Penjaga Arsy

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.