Sejumlah negara ikut terdampak akibat konflik AS-Israel vs Iran yang melanda kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari 2026. Total ada 12 negara yang terdampak.
Konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran kian memanas dan meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah. Ketegangan ini bermula dari serangan gabungan militer AS dan Israel yang dilancarkan pada Sabtu (28/2/2026).
Serangan tersebut diduga menyasar sejumlah fasilitas strategis di Iran yang diduga berkaitan dengan pengembangan program nuklir negara itu.
Pemerintah AS menyatakan operasi militer tersebut bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan nuklir Iran serta melindungi kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan.
"Presiden AS mengumumkan operasi tempur besar-besaran di Iran dengan tujuan untuk melumpuhkan program nuklir Iran, serta untuk melindungi AS dan sekutu kami," kata Anggota Senat AS, Ted Budd, dalam siaran pers pada Minggu (1/3), dikutip dari Al Jazeera.
Tak lama setelah serangan itu, Iran meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah. Serangan balasan tersebut dilakukan menggunakan rudal dan drone, yang kemudian memperluas eskalasi konflik di kawasan.
Ketegangan pun terus meningkat dari hari ke hari. Konflik yang awalnya melibatkan tiga negara kini menyeret sejumlah negara lain di Timur Tengah untuk turut terdampak, baik secara langsung melalui serangan militer maupun secara tidak langsung akibat dampak keamanan dan ekonomi.
Melansir laporan Databoks pada Sabtu (7/3), yang mengutip Al Jazeera, konflik antara AS-Israel vs Iran telah menjangkau sejumlah wilayah di Timur Tengah dan memberikan dampak terhadap stabilitas kawasan serta ekonomi global.
Disebutkan bahwa serangan AS dan Israel menjangkau wilayah Iran, Irak, dan Lebanon. Sementara itu, serangan balasan Iran tercatat menjangkau Israel, Yordania, Irak, Kuwait, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Oman.
Bahkan, sebuah drone Iran dilaporkan sempat menghantam landasan pacu pangkalan militer Inggris di wilayah Siprus.
Secara keseluruhan, konflik Timur Tengah antara AS-Israel vs Iran telah berdampak pada sedikitnya 12 negara di kawasan tersebut.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran global, terutama karena kawasan Timur Tengah merupakan jalur strategis energi dunia yang berpengaruh besar terhadap stabilitas ekonomi internasional.
Sejauh ini, laporan media internasional menyebutkan korban jiwa paling banyak berjatuhan berada di Iran dan Lebanon.
Melansir People, Sabtu (7/3), korban jiwa yang tewas di Iran lebih dari 787 jiwa. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei beserta istri dan anaknya menjadi bagian dari jumlah korban tersebut.
Kantor berita Iran Tasnim juga mengonfirmasi sebanyak 1.039 serangan telah tercatat dan berdampak pada 153 kota di Iran. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan AS-Israel menewaskan lebih dari 40 jiwa dan 250 lainnya luka-luka.
Sedangkan pada kubu Israel dan AS, USA Today melaporkan lebih dari 10 orang tewas di Israel dan enam anggota layanan Amerika tewas per 2 Maret.







