TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari panic buying Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah daerah Indonesia.
Kejadian ini dipicu pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia yang menyebut stok BBM hanya cukup untuk 20 hari.
Semua tidak lepas dari isu kelangkaan bahan bakar akibat konflik Israel-AS dengan Iran dan kabar penutupan Selat Hormuz.
Kemudian ada viral pernikahan beda usia 23 di Sragen, Jawa Tengah.
Pernikahan ini mempersatukan Erlangga (26) seorang kreator, sedangkan Endang (49) berprofesi sebagai guru.
Fakta menariknya, Endang pernah mengajar Erlangga di saat masih duduk di SMK.
1. Panic Buying BBM Terjadi di Jember, Medan, dan Aceh, Dipicu Konflik AS-Iran dan Stok BBM 20 Hari
Fenomena panic buying bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia pada awal Maret 2026 seperti di Jember, Medan, dan Aceh.
Antrean panjang di SPBU dipicu oleh isu kelangkaan bahan bakar akibat konflik Israel-AS dengan Iran dan kabar penutupan Selat Hormuz .
Selain itu, pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia yang menyebut stok BBM hanya cukup untuk 20 hari membuat masyarakat panik.
Masyarakat mulai melakukan penimbunan BBM sejak Kamis (5/3/2026) sehingga antrean di sejumlah SPBU mengular.
Di Jember, Jawa Timur, antrean SPBU mengular ke jalan dari pukul 05.30 WIB hingga 14.00 WIB.
Salah satu warga yang bernama Sisil mengaku ikut antre setelah muncul kabar kelangkaan BBM.
"Tidak tahu ya, cuma gosipnya katanya (BBM) mau habis. Tapi saya tidak tahu, benar atau tidak," ungkapnya.
Sisil yang bekerja sebagai pengemudi ojek online terpaksa menunggu lama karena membutuhkan pemasukan harian.
"Aku sendiri juga takut, tapi punyaku tinggal dua strip. Kalau masih empat strip mungkin aku tidak ngantre," katanya.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan masyarakat tak perlu panic buying karena persediaan BBM di Jember mencukupi.
"Tidak perlu panik. Stok kita aman dan melimpah. Kami bersama Pertamina tidak akan tinggal diam jika ada peningkatan kebutuhan; stok akan langsung ditambah jika diperlukan," ucapnya.
Baca selengkapnya.
2. Pengakuan Eks Karyawan Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq: Di-PHK Lisan Tanpa Pesangon, Gaji Dipotong
Kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah terus menjadi sorotan dalam dinamika politik dan pemerintahan di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan praktik penyalahgunaan kekuasaan masih menjadi persoalan serius di tingkat pemerintahan daerah.
Baru-baru ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026).
Kasus ini menambah daftar panjang kepala daerah yang terjaring OTT KPK.
Fadia Arafid kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun 2023-2026.
PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) didirikan pada tahun 2022 atau satu tahun setelah Fadia Arafiq menjabat sebagai Bupati Pekalongan.
Perusahaan tersebut didirikan sebagai perusahaan penyedia barang dan jasa yang aktif menjadi vendor di Pemkab Pekalongan.
Perusahaan tersebut dikenal sebagai 'Perusahaan Ibu' karena dikelola keluarga Fadia Arafiq.
Perusahaan tersebut dibentuk suami Fadia Arafiq, Mukhtaruddin Ashraff Abu dan anaknya Muhammad Sabiq Ashraff.
Mantan karyawan outsourcing yang bekerja di PT RNB memberikan pengakuan.
Seorang mantan pekerja di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pekalongan mengaku diberhentikan secara mendadak tanpa dokumen tertulis.
Baca selengkapnya.
3. Pengakuan Penjaga Kebun Aniaya Lansia yang Curi Labu Siam di Cianjur, Terancam 7 Tahun Penjara
Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Minta (56), warga Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi korban penganiayaan pada Sabtu (28/2/2026).
Kasus ini berawal dari dugaan pencurian dua buah labu siam yang dilakukan korban.
Korban dianiaya oleh seorang pria berinisial UA (41), yang merupakan penjaga kebun.
Setelah adanya peristiwa penganiayaan, korban meninggal dunia pada Senin (2/3/2026).
UA telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik di Mapolsek Cugenang.
Saat ini, UA telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana penganiayaan.
Kepala Polres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, menyampaikan sejumlah pengakuan dari tersangka.
Ia mengatakan, perbuatan tersangka didorong oleh perasaan kesal karena sering kehilangan labu siam di kebunnya.
Lalu, ketika memergoki Minta, UA menduga bahwa korban sebagai pelaku pencurian selama ini.
“Tersangka kemudian mengejar korban hingga ke rumahnya, dan di lokasi ini ia melakukan tindak penganiayaan."
"Korban dipukul dan ditendang serta bentuk upaya kekerasan lain sehingga kehilangan nyawa,” ungkap Yurikho kepada Kompas.com, Kamis (5/3/2026).
Baca selengkapnya.
4. Tukang Ojek Dihajar Atlet Karate Usai Percobaan Rudapaksa, Jadi ODGJ saat Ditangkap Polisi
B, seorang tukang ojek di Kota Lubuklinggau Sumsel dihajar atlet beladiri usai mencoba melakukan tindakan asusila terhadap korban, sebut saja Bunga.
Pelaku B akhirnya diamankan polisi, Jumat (6/3/2026).
Saat diamankan pelaku langsung menunjukkan gelagat seperti Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Dia seolah tak mengetahui perbuatannya.
Kini pelaku sudah diamankan di Polres Lubuklinggau.
B diamankan Tim Macan di depan Hotel Burza ketika mencari penumpang, Rabu (4/3/2026) malam.
Untuk memastikan apakah pelaku benar-benar ODGJ, Polisi berencana membawa pelaku ke rumah sakit jiwa untuk mengetahui kondisi kejiwaannya.
Baca selengkapnya.
5. Sosok Erlangga dan Endang, Pasangan Beda Usia 23 Tahun di Sragen, Dulu Murid dan Guru SMK
Perbedaan usia bukanlah halangan bagi dua insan untuk membangun kebahagiaan bersama.
Kalimat tersebut, mungkin cocok untuk menggambarkan kisah cinta antara seorang pria di Sragen, Jawa Tengah dengan pasangannya.
Ya, pria bernama Erlangga dan perempuan yang kini menjadi istrinya, Endang, memutuskan untuk menikah meski usia mereka terpaut 23 tahun.
Uniknya, mereka memiliki latar belakang berbeda. Erlangga adalah seorang kreator, sedangkan Endang berprofesi sebagai guru.
Mereka dipertemukan dalam satu lokasi, yakni di sekolah. Tempat di mana Erlangga menempuh pendidikan dan tempat bagi Endang untuk mencari nafkah.
Pada tahun 2016 lalu, Erlangga melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Sragen. Di sekolah tersebut, rupanya Endang bekerja menjadi tenaga pendidik.
Namun, saat itu, Endang tidak mengajar kelas Erlangga.
Setelah lulus 2019, Erlangga dipertemukan kembali dengan Endang pada tahun 2021.
Hingga akhirnya mereka kembali menjalin komunikasi dan memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan.
Kisah cinta keduanya, lantas diunggah di akun Instagram Erlangga, @mamipapi.daily pada awal Maret 2026.
"Video diambil ketika berdasarkan foto-foto pernikahan yang di mana saya upload di bulan ini," ucapnya kepada Tribunnews, Jumat (6/3/2026) malam.
Baca selengkapnya.
(Tribunnews.com)