Jika Rusia Bantu Iran, AS Tak Peduli: Klaim Sudah Kantongi Semua Informasi
Firmauli Sihaloho March 07, 2026 12:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemerintah Amerika Serikat memberikan tanggapan yang cenderung santai terhadap laporan yang menyebut adanya dukungan intelijen dari Rusia kepada Iran dalam konflik yang sedang berlangsung.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan bahwa pihaknya tidak merasa khawatir terkait dugaan kebocoran informasi mengenai posisi maupun pergerakan pasukan Amerika yang disebut-sebut sampai ke Teheran.

Walaupun tidak memberikan konfirmasi secara tegas mengenai kebenaran laporan tersebut, Hegseth menegaskan bahwa militer Amerika Serikat tetap melakukan pengawasan ketat terhadap berbagai aktivitas komunikasi yang melibatkan negara-negara yang dianggap sebagai lawan.

"Para komandan kami mengetahui semuanya. Kami memiliki intelijen terbaik di dunia. Kami tahu siapa yang berbicara dengan siapa," ujar Hegseth, sebagaimana dikutip dari AFP, Sabtu (7/3/2026).

"Kami tidak mengkhawatirkan hal itu. Kami mengatasinya sesuai kebutuhan," sambungnya.

Baca juga: THR Pekerja Swasta Kena Pajak, Jawaban Menkeu Purbaya Diluar Dugaan

Baca juga: Soal Board Of Peace, Pakar UI Sarankan Indonesia Segera Keluar: Melanggengkan Penjajahan Palestina

Tak pengaruhi medan perang

Senada, Gedung Putih juga mengecilkan dampak dari bantuan citra satelit dan data penargetan yang diberikan Rusia kepada Iran. 

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengeklaim bahwa data tersebut tidak memberikan perbedaan signifikan bagi Iran di medan tempur.

"Jelas sekali hal itu tidak membuat perbedaan terkait operasi militer di Iran karena kita benar-benar menghancurkan mereka," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan.

"Kita mencapai tujuan militer dari operasi ini dan itu akan terus berlanjut," lanjutnya.

Sebelumnya, Sejumlah pejabat AS mengungkapkan, bantuan tersebut mencakup citra satelit yang memetakan posisi kapal perang, serta pergerakan personel militer AS di kawasan konflik. 

Rusia telah memberikan informasi intelijen terbaru tentang posisi aset AS sejak awal perang.

Sejauh ini, serangan Iran belum berhasil mengenai kapal perang AS mana pun. 

Namun, mereka telah menyerang pangkalan militer AS, menewaskan enam anggota militer di Kuwait dan merusak fasilitas di Bahrain. 

Drone Iran juga telah menyerang sebuah gedung yang menampung stasiun CIA di Riyadh, Arab Saudi, meskipun tidak ada yang terluka dalam serangan itu.

Pentagon mencatat, intensitas respons Iran kini mulai menurun. 

Hal ini disebabkan oleh tekanan besar dari pesawat pengebom AS yang terus menggempur titik-titik peluncur rudal dan pusat komando Iran.

Pembagian informasi intelijen Rusia ini sebelumnya telah dilaporkan oleh The Washington Post.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.